Bremen, Jerman – Cerita dongeng TSG 1899 Hoffenheim, yang menikmati kenyamanan papan atas klasemen Bundesliga, tidak menunjukkan tanda-tanda akan berhenti.
Hoffenheim menemukan dirinya di Weserstadion pada Rabu (28/01/26), dimana mereka harus melewati Werder Bremen untuk mempertahankan posisinya di bagian tiga besar klasemen.
Meskipun harus menghabiskan sebagian besar babak kedua pertandingan dengan 10 pemain, Hoffenheim pantang menyerah dan pada akhirnya, sukses mengamankan hasil manis 2-0.
Hoffenheim langsung mengambil alih kendali permainan, setelah Bremen hampir membuka papan skor pada 53 detik pertama waktu pertandingan.
Dengan penguasaan bola dan tekanan tinggi, Hoffenheim mengubur kehadiran Bremen dan memiliki dominasi total di tengah lapangan. Meskipun demikian, sang tamu masih kurang tajam dalam upayanya untuk menciptakan kesempatan di depan gawang lawan.
Lantas, Hoffenheim harus menunggu hingga penghujung babak pertama sebelum mereka akhirnya sukses membongkar pertahanan Bremen dan merebut keunggulan skor.
- Setelah menerima bola dari Andrej Kramaric, Alexander Prass melepaskan tembakan roket dari jarak jauh yang melesat menuju sudut atas gawang. (44’)
Sayangnya, sebuah malapetaka menghantam Hoffenheim tidak lama setelah babak kedua dimulai. Wouter Burger melakukan sebuah tekel ceroboh dimana ia menghantam tulang kering Cameron Puertas, dan akibatnya, Burger diusir dari lapangan setelah VAR memberikan keputusan kartu merah.
Situasi kini terlihat cukup sulit bagi Hoffenheim. Akan tetapi, hanya dua menit setelah Burger meninggalkan lapangan, para pendatang justru menggandakan keunggulannya di papan skor.
- Setelah tendangan bebas Hoffenheim gagal dibuang oleh barisan pertahanan Bremen, bola yang masih aktif di daerah berbahaya diambil oleh Grischa Promel, yang sukses menuntaskan peluangnya dari bagian kanan kotak penalti. (54’)

Meskipun memiliki keunggulan dalam jumlah pemain, Bremen justru menjalani pertandingan dengan mental rapuh.
Kegugupan sang tuan rumah bertambah ketika gol mereka pada menit ke-63 dibatalkan oleh VAR, setelah Romano Scmid dianggap berada di posisi offside.
Disisi lain, Hoffenheim menjaga ketenangannya dan kini memilih untuk bermain dengan lebih defensif. Dengan determinasi tinggi, tim tamu bertahan kokoh menghadapi segala ancaman Bremen hingga peluit terakhir dibunyikan.
Sebuah penampilan memukau dari Hoffenheim, yang patut menerima pujian atas semangat tinggi mereka sepanjang jalan pertandingan.
Berkat kemenangan tersebut, Hoffenheim masih mempertahankan dirinya di posisi ketiga dalam papan klasemen Bundesliga, tepat di belakang Borussia Dortmund dengan selisih tiga poin.
“Kami tidak perlu menyembunyikan apa pun dari siapa pun. Kami berusaha memberikan yang terbaik di setiap pertandingan. Yang terpenting adalah setiap orang memberikan yang terbaik” ucap Alexander Prass, pencetak gol pertama Hoffenheim yang memuji penampilan rekan-rekannya, dikutip dari Bulinews.
Hoffenheim, yang saat ini masih memiliki rekor kemenangan sempurna di 2026, tentunya memiliki niat untuk melanjutkan momentum emas tersebut dalam pertandingan berikutnya, dimana mereka mendapat tugas untuk menerima kedatangan Union Berlin. (VT)
Hasil Lainnya Bundesliga
- St. Pauli 1-1 RB Leipzig
Baca juga :





