Istanbul, Turki – Usai ditumbangkan oleh Crystal Palace dan kehilangan momentum kemenangan sempurna mereka di Liga Inggris, Liverpool kembali mencicipi rasa pahit kekalahan di panggung Eropa.
Kali ini, pasukan The Reds gagal mengamankan tiga poin usai dikalahkan oleh Galatasaray dengan skor tipis 1-0 dalam laga Champions League pada Rabu (01/10/25) dinihari.
Victor Osimhen menjadi pencetak gol tunggal dalam pertemuan ini, melalui tendangan penaltinya pada menit 16’.
- Berkat pelanggaran Dominik Szoboszlai terhadap Baris Alper Yilmaz, Galatasaray mendapat hadiah penalti dan Osimhen yang dipercayakan sebagai algojo titik putih dengan tenang berhasil melaksanakan tugasnya.
- Setelah tampil dengan pincang dalam periode awal pertandingan, Liverpool mulai menunjukkan keganasan mereka dan mengambil alih penguasaan bola.
- Lini pertahanan Galatasaray bertahan kokoh dan mampu menangani serang The Reds, selagi menciptakan peluang untuk menggandakan skor.
- The Reds sempat mendapat harapan ketika mereka diberikan hadiah penalti usai pelanggaran Wilfried Singo terhadap Ibrahima Konate pada menit 88’. Sayangnya bagi Liverpool, penalti tersebut dianulir oleh VAR.
Keunggulan Galatasaray lantas terus bertahan hingga peluit terakhir, dan untuk pertama kalinya dalam tujuh tahun terakhir sang juara Turki berhasil mengamankan kemenangan kandang dalam putaran final Champions League.
Hasil pertandingan ini dan kekalahan sebelumnya di tangan Crystal Palace merupakan sebuah situasi yang sangat berbeda dibandingkan dengan awal musim sempurna Liverpool.
“Pertama-tama, saya sangat kecewa. Tentu saja, kami kalah dari Crystal Palace sebelum pertandingan ini. Berbicara secara spesifik mengenai pertandingan ini, kami kurang menciptakan peluang. Bahkan, babak kedua menjadi semakin sulit bagi kami. Akibatnya, Galatasaray mengambil alih keunggulan atas penguasaan bola yang tidak dapat kami manfaatkan,” ujar Pelatih Liverpool, Arne Slot dikutip dari Situs Resmi UEFA.
Liverpool akan terus diuji dalam dua pertandingan selanjutnya, dimana The Reds akan berhadapan dengan Chelsea sebelum akhirnya menjamu salah satu rival abadi mereka, Manchester United dalam Liga Inggris.
Chelsea 1-0 Benfica

Dalam laga Champions League lainnya di London, Inggris, stadion Stamford Bridge menjadi sebuah panggung reuni.
Jose Mourinho, Pelatih Benfica kembali bertemu dengan mantan klubnya Chelsea.
Pelatih legendaris asal Portugal tersebut memimpin The Blues dalam dua masa jabatan (2004-2007 & 2013-2015) dimana ia mempersembahkan tiga gelar juara Liga Inggris kepada Chelsea.
Sayangnya bagi Mourinho dan Benfica, keberuntungan tidak berpihak dengan mereka.
Chelsea berhasil merebut kemenangan dari pasukan As Aguias berkat gol bunuh diri Richard Rios pada menit 18’ ketika ia tidak sengaja memandu umpan silang Alejandro Garnacho ke dalam gawang timnya.
Chelsea memiliki penguasaan bola yang lebih tinggi, namun Benfica memberikan perlawanan sengit kepada pihak tuan rumah. Pertarungan The Blues dan As Aguias terus berjalan dengan ketat, namun skor tetap menunjukkan 1-0.
Chelsea kehilangan salah satu pemain mereka, Joao Pedro, pada menit 90+6’ usai menerima kartu kuning keduanya atas pelanggarannya terhadap Leandro Barreiro.
Namun insiden tersebut tidak memiliki pengaruh negatif bagi The Blues, yang telah mengamankan tiga poin mereka dari tim tamu.
“Kami mencetak gol, tetapi kemudian di babak kedua, karena berbagai alasan, kami sedikit menurun. Tetapi usaha tim sangat, sangat bagus,” ungkap Pelatih Chelsea, Enzo Maresca ketika berbicara dengan TNT Sports usai pertandingan.
Chelsea, yang menelan dua kekalahan beruntun dalam Liga Inggris, selanjutnya akan menjalani pertandingan yang berat, dimana mereka akan berhadapan dengan sang juara bertahan, Liverpool.
Kemenangan ini bisa menjadi sebuah motivasi bagi The Blues, untuk memperbaiki nasib buruk mereka di panggung domestik. (VT)
Baca juga :





