Manchester, Inggris – Manchester City tampil tanpa ampun saat menjamu Exeter City dalam putaran ketiga Piala FA di Etihad Stadium.
Skuad asuhan Pep Guardiola mencatatkan kemenangan bersejarah dengan skor telak 10-1, menandai pertama kalinya The Citizens mencetak dua digit gol dalam satu pertandingan sejak hampir empat dekade silam.
Kemenangan fantastis ini diwarnai dengan debut manis Antoine Semenyo dan pemain muda Akademi, Ryan McAidoo, yang langsung mencatatkan nama mereka di papan skor.
Dominasi City sudah terlihat sejak menit awal, memastikan tiket putaran keempat aman dalam genggaman untuk ke-15 kalinya secara berturut-turut.
Sementara sang juara bertahan Crystal Palace justru tersingkir dari Piala FA, setelah dikalahkan Macclesfield. Ironisnya, Palace justru berhasil mengandaskan Manchester City dalam partai puncak FA Cup musim lalu.
Dominasi Tanpa Celah
Meski Exeter City datang dengan ribuan suporter militan dari Devon, harapan mereka untuk menciptakan kejutan (giantkilling) segera sirna.
- Max Alleyne membuka keran gol City di awal laga, disusul oleh tendangan geledek ikonik Rodri dari jarak 30 meter yang merobek gawang Joe Whitworth.
- Sebelum turun minum, nasib buruk menimpa bek Exeter, Jack Fitzwater. Dalam waktu tiga menit, ia terlibat dalam dua gol bunuh diri yang membuat skor menjadi 4-0 untuk keunggulan tuan rumah.
Pesta Gol & Debut Bersejarah
Memasuki babak kedua, Manchester City semakin beringas. Kehadiran rekrutan baru Antoine Semenyo menjadi pembeda.
- Ia tidak hanya memberikan umpan matang untuk gol Rico Lewis, tetapi juga mencetak gol debutnya melalui penyelesaian dingin setelah menerima umpan terobosan Rayan Cherki.
- Ryan McAidoo yang masih berusia 17 tahun, menandai debutnya dengan tendangan keras yang menghujam gawang lawan.
- Rico Lewis menutup pesta dengan mencetak gol ke-10 yang ditunggu-tunggu oleh seluruh penonton di stadion.
- Skor 10-1 ini adalah pencapaian pertama The Citizens, sejak mengalahkan Huddersfield dengan skor serupa pada November 1987.

Dalam pertandingan tersebut, City menurunkan tujuh pemain jebolan akademi di babak kedua, guna membuktikan kualitas pembinaan usia dini mereka.
Exeter City sempat mencetak gol hiburan brilian melalui George Birch, namun hal itu tidak cukup untuk membendung “tsunami” gol City.
Pelatih City (melalui asisten Pep), Pepijn Lijnders memuji sikap profesional para pemainnya. Menurutnya, mencetak banyak gol adalah bentuk rasa hormat tertinggi kepada lawan, karena tim tidak pernah berhenti bermain serius hingga peluit akhir.
“Sejak menit pertama, kami menunjukkan high press. Saat skor sudah empat atau lima, kami tetap menekan. Secara keseluruhan, ini hari yang sangat baik bagi Manchester City,” ujar Lijnders usai pertandingan dikutip dari Situs Resmi Manchester City.
Fokus The Citizens kini beralih ke semifinal Carabao Cup, melawan Newcastle United.
Crystal Palace Tersingkir
Berbeda dengan Manchester City, sang juara bertahan Crystal Palace justru tersingkir dari Piala FA, setelah dikalahkan Macclesfield.
Mimpi Crystal Palace untuk mengulang kejayaan di Piala FA, harus kandas secara tragis. Bermain di bawah suhu dingin yang menusuk tulang The Eagles dipaksa bertekuk lutut oleh tim tuan rumah, Macclesfield 1-2.

Kekalahan ini tergolong memalukan bagi Palace, mengingat status lawan yang berada jauh di bawah level mereka.
Kurangnya rotasi yang efektif serta penyelesaian akhir yang buruk, menjadi faktor utama kegagalan anak asuh Oliver Glasner melaju ke babak berikutnya.
- Macclesfield yang bermain sangat disiplin dengan pertahanan rendah (low block), sangat sulit ditembus.
- Meski begitu, The Eagles tetap punya peluang. Di menit ke-30, Christantus Uche meliuk-liuk sebelum melepaskan tendangan keras ke arah gawang, namun bola masih sedikit terlalu tinggi.
- Namun, tim berjuluk The Silkmen itu benar-benar memanfaatkan peluang terakhir mereka sebelum turun minum.
- Tendangan bebas Luke Duffy berhasil menemukan Paul Dawson di tiang jauh, dan kapten Macclesfield itu berhasil menyambut bola untuk mengubah skor menjadi 1-0 pada menit ke 43.
Memasuki babak kedua, Palace langsung melakukan respon cepat dengan memasukkan tiga pemain inti sekaligus, Will Hughes, Tyrick Mitchell, dan Brennan Johnson.
- Bencana bagi Palace kembali datang tak lama kemudian. Lewat sebuah kemelut di depan gawang, Isaac Buckley-Ricketts berhasil membelokkan bola hasil tembakan rekannya dan menipu kiper Benitez.
- Skor 2-0 membuat Macclesfield semakin di atas angin dan berada di “negeri impian”.
- Dalam kondisi terdesak, Palace terus menggempur habis-habisan. Peluang demi peluang tercipta.
- Akhirnya tendangan bebas Yeremy Pino membuahkan hasil di menit-menit akhir, lewat eksekusi akurat yang memperkecil skor menjadi 2-1.
Meskipun wasit memberikan tambahan waktu enam menit, Palace gagal mencetak gol penyeimbang. Tersingkirnya Palace di putaran ketiga ini memastikan tidak akan ada pengulangan memori indah ke Wembley seperti musim lalu.
Kini, The Eagles harus segera bangkit dan mengalihkan fokus penuh, pada ketatnya persaingan di Premier League dan kompetisi Eropa.
Sementara bagi Macclesfield, kemenangan ini akan tercatat dalam sejarah klub sebagai salah satu “giantkilling” terbesar, di mana para pendukung mereka pulang dengan nyanyian kebanggaan menuju babak berikutnya. (*)
Hasil Lainnya Piala FA :
- Preston vs Wigan: 0-1
- Port Vale vs Fleetwood: 1-0
- Oxford vs Milton Keynes Dons: 1-1 (4-3)
- Nottingham Forest vs Wrexham: 3-3 (3-4)
- Wolverhampton vs Shrewsbury: 6-1
- Leicester vs Cheltenham: 2-0
- Everton vs Sunderland: 1-1 (0-3)
- Brentford vs Sheffield Wednesday: 2-0
- Burnley vs Millwall: 5-1
- Newcastle vs Bournemouth: 3-3 (7-6)
- Doncaster vs Southampton: 2-3
- Blackpool vs Ipswich: 1-2
- Stoke vs Conventry: 1-0
- Boreham Wood vs Burton: 0-5
- Fulham vs Middlesbrough: 3-1
Baca juga :





