Mimpi Sextuple PSG Kandas! Chelsea Pesta Gol di Final, Angkat Trofi Juara!

Tumbangkan PSG 0-3, Chelsea Juara Piala Dunia Antar Klub 2025! "Cold" Palmer Pimpin Pesta Biru di Tanah Amerika

New Jersey, AS – Gemuruh sorak sorai membahana di MetLife Stadium pada Senin dinihari (14/07/25). Tirai Piala Dunia Antar Klub 2025 resmi ditutup dengan sebuah kejutan spektakuler.

Chelsea dinobatkan sebagai juara dunia dalam ajang perdana dengan format terbarunya, setelah secara meyakinkan menumbangkan raksasa Prancis, Paris Saint-Germain (PSG), dengan skor telak 3-0.

Sebelum pertandingan, banyak yang menduga PSG, sang raja Prancis dan juara Liga Champions musim ini, akan melanjutkan dominasinya dan mendekatkan diri pada impian sextuple mereka yang sensasional.

Namun, satu hal yang telah dibuktikan sejak hari pertama Piala Dunia Antar Klub: bahkan raksasa sekalipun masih bisa ditaklukkan.

Tim yang sebelumnya menaklukkan Bayern Munich dan menghancurkan Real Madrid ini, seolah tak terlihat di lapangan.

Kali ini, Paris Saint-Germain yang harus tumbang, dan mereka tumbang dengan telak. “Cold” Palmer berpesta di bawah terik matahari New Jersey, mengukir namanya di sejarah.

Joao Pedro kembali bersinar dalam seragam barunya, membuktikan mengapa ia menjadi rekrutan penting.

Chelsea menunjukkan kepada seluruh dunia bahwa mereka tak gentar menghadapi sang juara Eropa, dengan tiga gol tanpa balas yang mengamankan gelar juara dunia.

Mimpi sextuple Les Parisiens pun terkubur. Seragam biru Chelsea kini akan dihiasi dengan lencana “juara dunia” untuk empat tahun ke depan.

Sementara Paris Saint-Germain pulang dengan rasa sakit hati, disaat The Blues berjaya sebagai raja dunia.

Foto: Dok. FIFA

Pesta Gol The Blues

Pertandingan berjalan sesuai skenario Chelsea, dengan performa dominan sejak menit awal:

  • Menit ke-22: GOL (Chelsea)! Cole Palmer membuka keran gol The Blues. Berawal dari umpan tenang Malo Gusto, Palmer dengan dingin menembus gawang Gianluigi Donnarumma.
  • Menit ke-30: GOL (Chelsea)! Delapan menit kemudian Palmer kembali menunjukkan ketajamannya. Ya, hanya berselang 8 menit, umpan lambung terukur dari Levi Colwill, dimanfaatkan Palmer dengan penuh ketenangan untuk mengecoh pertahanan PSG dan menggandakan skor Chelsea menjadi 2-0.
  • Menit ke-43: GOL (Chelsea)! Sebelum turun minum, Palmer mengambil peran sebagai pengumpan. Ia memberikan bola terobosan yang berhasil dimanfaatkan dengan sempurna oleh rekan barunya, Joao Pedro, menutup babak pertama dengan keunggulan telak 3-0.
  • Usai jeda PSG langsung menggempur pertahanan The Blues, untuk mengejar defisit 3 gol. Namun belum satupun yang membuahkan hasil.
Foto: Dok. FIFA
  • Menit ke-85: Kartu Merah (Paris Saint-Germain)! Bahkan petaka menimpa PSG jelang laga berakhir. PSG harus menjalani menit-menit terakhir mereka dengan 10 pemain, setelah Joao Neves menarik rambut Marc Cucurella dan langsung diganjar kartu merah.
  • Akhirnya sang pengadil meniup peluit panjang sebagai tanda usainya laga, dan Chelsea tampil sebagai Juara Dunia Antar Klub 2025 dengan skor telak 3-0 atas PSG.

Berkat penampilan cemerlangnya dengan dua gol dan satu assist, Cole Palmer dinobatkan sebagai Player of the Match dan bahkan Pemain Terbaik dalam turnamen tahun ini.

“Rasanya luar biasa. Pelatih punya rencana permainan yang hebat. Dia tahu di mana ada ruang dan berusaha membebaskan saya sebanyak mungkin. Saya hanya harus membalas budi dan mencetak beberapa gol. Saya rasa kami menuju ke arah yang benar,” ujar Palmer dikutip dari Situs Resmi FIFA.

Pelatih Chelsea, Enzo Maresca juga tak bisa menyembunyikan rasa senangnya. Musim ini adalah musim pertama Maresca menukangi The Blues setelah pindah dari Leicester City.

Dengan kejuaraan Conference League dan Piala Dunia Antar Klub di tangan, serta tiket Liga Champions yang sudah diamankan, Maresca membuktikan bahwa ia adalah pilihan yang tepat untuk memimpin pasukan biru London.

“Saya tak punya kata-kata untuk para pemain. Bagi saya, kami memenangkan pertandingan dalam sepuluh menit pertama. Kami mengatur tempo, kami tahu cara bermain yang kami inginkan. Hari ini kami menemukan posisi untuk Cole (Palmer) di mana ada lebih banyak ruang untuk menyerang. Upaya semua pemain sungguh fantastis,” ungkap Maresca.

Namun, pertandingan ini tak berakhir tanpa drama. Luis Enrique, Pelatih PSG terlibat dalam sebuah insiden kecil dengan pemain Chelsea, Joao Pedro, usai peluit akhir.

Enrique terlihat mendorong Pedro yang dikelilingi oleh pemain PSG yang frustrasi dengan kekalahan mereka. Pemain dan pelatih dari kedua kubu pun sempat terlibat dalam konfrontasi keras sebelum akhirnya dipisahkan.

Keributan usai laga Chelsea vs PSG terjadi antara Luis Enrique dengan Joao Pedro – Foto: ESPN

Dilansir dari ESPN, Luis Enrique berbicara mengenai insiden tersebut.

“Saya tidak ragu untuk mengungkapkan perasaan saya di akhir pertandingan dalam tekanan yang tinggi. Ini sangat menegangkan bagi kami semua. Mustahil untuk menghindarinya. Tapi ini situasi yang harus kita semua hindari. Tujuan saya adalah memisahkan para pesepakbola, agar situasinya tidak semakin buruk,” jelas Enrique.

Enrique juga menyatakan bahwa meskipun mereka kalah, PSG bukan “pecundang”. “Kami bukan pecundang, tidak ada pecundang. Kami adalah runner-up. Pecundang adalah seseorang yang menyerah,” tegasnya.

Kapten PSG, Marquinhos menyatakan bahwa, “Bukan hanya saat Anda menang Anda melakukan pekerjaan dengan baik. Apa yang kami lakukan musim ini adalah sesuatu yang belum pernah kami lakukan sebelumnya. Tiga belas tahun yang lalu di Paris, saya belum pernah bersaing untuk gelar seperti ini. Tentu saja, kami ingin membawa pulang trofi ini, tetapi itu tidak menghapus apa yang telah kami lakukan musim ini.”

Bintang Bintang yang Bersinar

Foto: Dok. FIFA

Turnamen ini juga menjadi panggung bagi beberapa individu yang bersinar terang, diantaranya adalah :

  • Pemain Terbaik: Cole Palmer (Chelsea)
  • Kiper Terbaik: Robert Sánchez (Chelsea)
  • Pemain Muda Terbaik: Desire Doue (Paris Saint-Germain)
  • Top Skorer: (Masing-masing dengan empat gol)
    • Angel di Maria (Benfica)
    • Gonzalo Garcia (Real Madrid)
    • Serhou Guirassy (Borussia Dortmund)
    • Marcos Leonardo (Al-Hilal)

Kemenangan telak ini membuat Chelsea menutup musim yang luar biasa dengan gelar juara dunia. Ini bukan hanya tentang trofi, tetapi juga tentang pembuktian bahwa proyek di bawah asuhan Enzo Maresca mulai membuahkan hasil.

Sementara itu, PSG harus menunda impian sextuple mereka, namun tetap dengan kepala tegak sebagai runner-up di turnamen yang penuh kejutan ini. (VT)

Baca juga :

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *