Dortmund, Jerman – Borussia Dortmund, yang memiliki rekor kemenangan sempurna di Bundesliga sebelum jeda internasional, melanjutkan perjuangan domestiknya dengan menerima kedatangan Werder Bremen pada Sabtu (10/10/26) dini hari.
Dibawah gemerlap stadion Signal Iduna Park, Die Borussen tampaknya akan mengklaim tiga poin dengan gaya dramatis.
Akan tetapi, seluruh kerja keras tuan rumah yang baru mampu memecahkan kebuntuan skor pada penghujung laga musnah ketika tim tamu menyelamatkan diri mereka di masa waktu tambahan.
Lantas, Dortmund harus puas menutup laga pertamanya sejak jeda internasional dengan hasil imbang 2-2.
Ketika dibandingkan dengan Werder Bremen, Dortmund memiliki penguasaan yang jauh lebih besar di tengah lapangan. Namun, pertemuan kali ini dimulai dengan tempo yang cukup lambat, dan ketika waktu mencapai akhir babak pertama, papan skor masih menunjukkan kedudukan imbang 0-0.
Dortmund tetap menjaga tekanannya terhadap para pendatang, dan secara perlahan tapi pasti, pertahanan Werder Bremen mulai runtuh dibawah hujan serangan Die Borussen.
Seluruh stadion sempat meletus ketika gawang Werder Bremen dibobol oleh tendangan salto Ethan Nwaneri pada menit ke-63. Tetapi, gol cantik Nwaneri dianulir oleh sang wasit, akibat pelanggaran Waldemar Anton.
Kesabaran Dortmund akhirnya terbayar pada menit ke-80, ketika Daniel Svensson menganugrahkan timnya dengan keunggulan skor yang selama ini dicari dengan susah payah.
- Dortmund meluncurkan sebuah serangan balik dimana Serhou Guirassy menerobos pertahanan Werder Bremen dari bagian sayap kanan.
- Guirassy melepaskan umpan kepada Fabio Silva, yang alih-alih mengambil kesempatannya, justru meneruskan bola kepada Svensson.
Keunggulan kini berada di tangan pasukan berseragam kuning, namun bagi Dortmund, situasi tersebut jelas belum bisa meredakan rasa gugupnya. Lima menit setelah Svensson menggetarkan gawang Werder Bremen, jarak antara kedua tim digandakan oleh Nico Schlotterbeck.
- Joey Veerman melambungkan sebuah tendangan sudut yang dituntaskan dengan sempurna oleh kepala Schlotterbeck.
Berkat dua gol tersebut. Dortmund tampaknya telah mengamankan sebuah kemenangan dramatis. Namun, menit-menit terakhir yang seharusnya berjalan dengan nyaman bagi Die Borussen justru dipenuhi oleh kekacauan dan berakhir dengan sakit hati bagi tim tuan rumah.
Meskipun peluangnya untuk membalikkan keadaan kini terlihat sangat kecil, Werder Bremen masih bertarung hingga titik darah penghabisan. Pada menit ke-88, tidak lama setelah mereka merayakan gol keduanya, Dortmund kembali waspada ketika Werder Bremen menipiskan jaraknya di papan skor.
- Umpan longgar Dortmund dicegat oleh Oskar Wojcik dan langsung diambil oleh Ludovit Reis, yang tanpa basa-basi menghantam jaring gawang Die Borussen dari jarak jauh.

Dengan waktu pertandingan yang kini memasuki menit-menit terakhir, Dortmund hanya perlu menghindari kesalahan yang berujung ke gol Werder Bremen dan fokus di sisi pertahanan.
Akan tetapi, takdir sepertinya tidak berpihak dengan Die Borussen. Pada menit kedua dalam masa waktu tambahan, Werder Bremen mendapat gilirannya untuk menggelar perayaan ketika nasibnya diselamatkan oleh Niclas Fullkrug.
- Tepat di tengah kotak penalti, Fullkrug melompat tinggi dan sukses menyambut tendangan bebas Marco Grull dengan sundulam jitu yang memandu bola menuju gawang Dortmund.
Kontes di tengah lapangan kini kembali seimbang, dengan tempo permainan kini berbalik ke arah Werder Bremen yang hanya memiliki waktu singkat untuk merebut keunggulan. Tetapi pada akhirnya, tidak ada gol tambahan yang menjadi menentukan pemenang laga ini.
Werder Bremen, meskipun hanya bisa membawa pulang satu poin, setidaknya bisa melepaskan nafas lega penuh syukur. Disisi lain, Dortmund tertunduk malu setelah mereka menyia-nyiakan kesempatannya untuk mengklaim kemenangan kelima mereka di Bundesliga.
“Selama 88 menit, kami memberikan tekanan pada lawan kami dengan sangat efektif sehingga kami mengikat mereka. Tapi kami tidak berhasil menutup 8 menit terakhir dengan cara yang benar. Kita hanya bisa menyalahkan diri sendiri untuk itu.” Tatap pelatih Dortmund, Niko Kovac, dengan penuh kekecewaan.
Sebagaimana dilansir dari situs resmi Borussia Dortmund, ia juga menyatakan: “Tentu saja, kami kecewa. Itu dua poin yang hilang untuk kami. Mudah-mudahan, kita akan belajar dari delapan menit terakhir itu.”
Akibat hasil imbang ini, posisi Dortmund di puncak klasemen Bundesliga kini terancam. Bayern Munich dan Freiburg, saingan terdekat Die Borussen yang masing-masing tertinggal tiga poin, memiliki kesempatan besar untuk merebut takhta Dortmund pada akhir pekan ini.
Dortmund masih memiliki waktu untuk meningkatkan dirinya sebelum penerbangannya menuju Norwegia, dimana mereka akan menantang Bodo/Glimt pada malam pertandingan Champions League. (VT)





