La Plata, Argentina – Di bawah lampu stadion Estadio UNO yang megah, Estudiantes harus menelan pil pahit setelah ditumbangkan Racing Club dengan skor tipis 0-1 pada laga babak 16 besar Torneo Apertura.
Meski tampil dominan di depan pendukung sendiri, gol tunggal Sosa di pengujung laga memastikan langkah tim asuhan Alexander Medina terhenti secara dramatis, sekaligus membuyarkan ambisi mereka untuk mengangkat trofi musim ini.
Sementara di laga lainnya, Velez Sarsfield harus menelan pil pahit setelah ditumbangkan Gimnasia LP dengan skor tipis 0-1.
Duel Fisik Menguras Keringat
Racing Club tampil mengejutkan dengan mengambil inisiatif serangan lebih dulu, mengandalkan Martinez sebagai ujung tombak untuk mengacak-acak lini pertahanan tuan rumah. Estudiantes sempat kesulitan keluar dari tekanan, dan terpaksa meladeni permainan fisik yang keras dari tim tamu.
Laga sempat terhenti beberapa kali akibat benturan antar pemain, termasuk saat Racing harus kehilangan Forneris yang cedera lutut. Situasi ini dimanfaatkan Estudiantes untuk mulai berani menekan, namun gaya main langsung (direct style) yang diperagakan Racing melalui peluang “Maravilla” tetap menjadi ancaman serius bagi gawang “Leon”.
- Puncaknya terjadi pada menit ke-21 babak kedua, ketika Cetre berhasil menggetarkan jala gawang lawan setelah sebuah skema serangan cantik dari sisi ke sisi.
- Namun kegembiraan itu hanya bertahan sekejap. Wasit menganulir gol tersebut karena Castro sudah lebih dulu terjebak posisi offside sebelum melepaskan umpan terakhir.
Bencana akhirnya datang di pengujung pertandingan. Lewat sebuah skema bola mati yang tertata sangat rapi, Santiago Sosa berhasil menyelinap dan mencetak gol penentu kemenangan bagi Racing.
Gol ini tak hanya membungkam ribuan suporter tuan rumah, tetapi juga mengunci kemenangan Racing di markas Estudiantes dan memastikan tiket mereka ke babak berikutnya.
Penalti Singkirkan Velez Sarsfield

Buenos Aires, Argentina – Velez Sarsfield harus menelan pil pahit setelah ditumbangkan Gimnasia LP dengan skor tipis 0-1.
Meski menguasai jalannya pertandingan dan unggul jumlah pemain, Velez gagal membongkar pertahanan gerendel lawan & membuat performa impresif mereka di babak kualifikasi seolah sirna dalam satu laga yang mengecewakan.
Momen penentu kemenangan tim tamu terjadi melalui drama titik putih yang kontroversial, ketika wasit Andres Gariano menganggap Joaquin Garcia menjatuhkan Marcelo Torres di area terlarang.
Marcelo Torres, yang maju sebagai eksekutor, melepaskan tembakan rendah mematikan yang sempat membentur tiang sebelum bersarang di gawang Alvaro Montero.
Upaya Velez untuk bangkit sebenarnya terbuka lebar saat Enzo Martinez menerima kartu merah akibat tekel keras terhadap Manu Lanzini.
Namun buruknya penyelesaian akhir, termasuk peluang emas Florian Monzon yang melambung, membuat skor tetap tidak berubah hingga peluit panjang berbunyi.
Kekalahan ini menjadi tamparan keras bagi Velez, yang sejak awal laga terus mencoba memaksakan kemauan mereka melalui aliran bola pendek dan bola mati.
Bagi Gimnasia, kemenangan ini adalah bukti efektivitas organisasi pertahanan dan strategi serangan balik yang dijalankan dengan disiplin tinggi, meski harus bermain dengan sepuluh orang di hampir separuh babak kedua. (*)
Baca juga :





