Setelah 4-3, Manchester United Kehilangan Kemenangan, Satu Kesalahan Berakhir Pilu!

Liga Inggris: Drama 8 Gol di Old Trafford, Setan Merah Ditahan Imbang Bournemouth 4-4

Manchester, InggrisManchester United harus menelan pil pahit setelah menutup laga kandang terakhir mereka di Old Trafford sebelum Natal, dengan hasil imbang 4-4 melawan Bournemouth.

Pertandingan Liga Premier yang berlangsung non-stop selama hampir 100 menit ini menyajikan delapan gol, di mana United dua kali unggul di babak pertama.

Setan Merah sempat tertinggal di awal babak kedua, berhasil memimpin 4-3, namun akhirnya kebobolan di menit krusial.

Gol penyeimbang The Cherries dari Junior Kroupi memastikan The Red Devils hanya membawa pulang satu poin, dari drama yang membuat Pelatih Ruben Amorim frustrasi.

Awal Kilat & Kontroversi VAR

United yang memulai pertandingan dengan electric dan tekanan tinggi, segera membuahkan hasil. Setelah beberapa peluang awal yang digagalkan kiper Bournemouth, Djordje Petrovic, akhirnya kebuntuan pecah.

  • Pada menit ke-13, The Reds memimpin melalui Amad yang berhasil menyundul bola masuk dari jarak dekat, memanfaatkan pantulan dari sundulan Matheus Cunha yang sebelumnya ditepis Petrovic. Gol ini divalidasi VAR setelah pemeriksaan ketat.
  • Namun, dominasi United tidak terbayar sepenuhnya. Gol penyama kedudukan Antoine Semenyo (40′) tercipta against the run of play, hasil dari tekanan yang berhasil merebut bola dari Mason Mount.
  • Syukurnya, Casemiro (45+4′) memastikan United kembali unggul menjelang jeda. Sundulan jarak dekatnya dari sepak pojok Bruno Fernandes membuat skor menjadi 2-1 saat turun minum.

United Terbakar Dalam 6 Menit

Jeda tidak membawa ketenangan bagi pertahanan United. Baru enam menit babak kedua berjalan, Old Trafford terdiam oleh dua gol cepat Bournemouth yang membalikkan keadaan menjadi 2-3.

  • Baru satu menit laga berjalan usai restart, Evanilson (46′) menyamakan kedudukan dengan penyelesaian rendah setelah Tavernier memberikan assist.
  • Enam menit berselang giliran Marcus Tavernier (52′) membawa tim tamu unggul melalui tendangan bebas rendah yang akurat, memanfaatkan celah di pagar betis.

Didorong oleh dukungan penonton, United kembali menunjukkan semangat juang yang luar biasa. Sang kapten, Bruno Fernandes, menjadi pemicu kebangkitan dengan gol spektakuler dari tendangan bebas.

  • 77′ Fernandes (3-3): Tendangan bebas melengkung yang fantastis dari Bruno Fernandes bersarang di sudut atas, dan langsung menggetarkan Old Trafford.
  • 79′ Cunha (4-3): Hanya dua menit berselang, Matheus Cunha memimpin serangan balik, memanfaatkan bola liar di kotak penalti untuk menyelesaikannya. Cunha merayakan gol comeback ini dengan mencium lencana, meyakini kemenangan sudah di depan mata.
Manchester United vs Bournemouth – Foto: Dok. Manc. United

Sayangnya, kepercayaan diri itu runtuh. Alih-alih meredam tempo, United terlalu cepat melakukan transisi menyerang dari throw-in mereka sendiri, yang berujung pada serangan balik cepat Bournemouth.

  • Junior Kroupi (84′) menghukum kesalahan tersebut dengan tembakan mendatar yang melewati kiper Senne Lammens, menyamakan kedudukan menjadi 4-4.
  • Delapan menit waktu tambahan yang diberikan dipenuhi ketegangan dan peluang di kedua sisi, termasuk penyelamatan refleks krusial dari Lammens yang menggagalkan sundulan David Brooks. Namun, hingga akhir, tidak ada gol penentu yang tercipta.

Dalam wawancara usai laga, Pelatih Manchester United, Ruben Amorim merasa frustrasi dan tidak bisa menutupi kekecewaannya.

“Kami mendominasi dan menciptakan begitu banyak peluang. Kami harusnya memasuki babak pertama dengan hasil yang berbeda. Kami kehilangan konsentrasi dan mereka mencetak dua gol,” ujar Amorim dikutip dari Situs Resmi Manchester United.

Hasil imbang 4-4 yang “gila” ini meninggalkan rasa kecewa yang mendalam bagi Setan Merah. Mereka kehilangan poin penting karena kegagalan mengunci pertandingan saat unggul 4-3.

Old Trafford, dalam penampilan terakhirnya tahun ini, menyaksikan sebuah thriller, namun gagal memberikan hadiah Natal berupa tiga poin.

United harus segera membenahi masalah konsentrasi dan penyelesaian akhir, jika ingin bersaing ketat di paruh kedua musim Premier League. (*)

Baca juga : 

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *