Porto, Portugal – Dalam lanjutan Liga Portugal, FC Porto sukses mengamankan kemenangan krusial 3-1 atas Arouca melalui drama menit-menit akhir yang memicu perdebatan panas.
Meski skor terlihat meyakinkan, perjalanan “Sang Naga” mengunci tiga poin ini penuh dengan ketidakpastian, intervensi VAR, dan keberuntungan di titik putih.
Awal Sempurna Nyaris Buyar
Pertandingan baru saja dimulai, bahkan penonton mungkin belum sempat duduk tegak, ketika Oskar Pietuszewski menggetarkan jaring Arouca di detik ke-13.
Awalnya, hakim garis mengangkat bendera pertanda offside. Namun, setelah peninjauan VAR yang menegangkan, remaja tersebut dinyatakan onside hanya selisih 6 cm!
Setelah gol kilat itu, Porto sebenarnya mendominasi total. Peluang demi peluang lahir dari kaki Victor Froholdt dan Deniz Gul, namun kiper Arouca, Arruabarrena, tampil bak tembok kokoh.
Kehilangan Javi Sanchez karena cedera di babak pertama mulai menggoyahkan kestabilan lini belakang Sang Naga.
Drama Akhir & “Bantuan” VAR
Memasuki menit ke-70, publik Dragao terdiam. Sebuah sapuan bola yang buruk dari pertahanan Porto dimanfaatkan dengan sempurna oleh Nais Djouahra.

Tembakan kerasnya dari luar kotak penalti merobek gawang Diogo Costa dan mengubah skor menjadi 1-1.
- Saat laga seolah akan berakhir imbang, drama terjadi. Seko Fofana terjatuh setelah berbenturan dengan Yellu Santiago di kotak terlarang.
- Wasit Iancu Vasilica menunjuk titik putih, sebuah keputusan yang langsung diprotes keras pemain Arouca.
- VAR kembali beraksi dan tetap mendukung keputusan wasit. William Gomes yang maju sebagai eksekutor sukses menyarangkan bola meski sempat membentur mistar.
- Terem Moffi kemudian menyempurnakan kemenangan menjadi 3-1 di masa injury time.
Kemenangan Porto ini tidak lepas dari sorotan tajam mengenai keabsahan penalti tersebut. Nais Djouahra, pencetak gol Arouca, tak mampu menyembunyikan kekecewaannya.
“Tidak banyak yang bisa dikatakan, semua orang melihat apa yang terjadi di lapangan. Sayangnya, hal-hal seperti ini tidak berubah,” ujar Djouahra dikutip dari Portugoal.
Kemenangan ini memang menjaga posisi Porto di jalur juara, namun performa anak asuh Francesco Farioli ini sedang dalam sorotan. Tanpa Samu Aghehowa yang cedera panjang, Sang Naga tampak kehilangan taji di lini depan.
Kini, Porto harus bersiap menghadapi jadwal “neraka”. Dalam tujuh hari ke depan, mereka harus menyambangi Lisbon dua kali untuk duel panas melawan Sporting CP dan Benfica.
Belum usai di sana, mereka harus terbang ke Jerman menghadapi Stuttgart di Liga Europa. (*)
Baca juga :





