Las Vegas, Amerika Serikat – Max Verstappen kembali menunjukkan keperkasaannya di Formula 1. Pembalap Red Bull ini mendominasi Grand Prix Las Vegas, Minggu (23/11/2025) waktu setempat, dengan performa yang nyaris tak tersentuh di bawah gemerlap lampu kota Nevada.
Kemenangan keenamnya musim ini membuat Verstappen secara matematis masih berpeluang meraih gelar juara dunia, meski kecil.
Pesaing terdekatnya, pemimpin klasemen sementara Lando Norris dari McLaren, berhasil mengamankan posisi kedua, diikuti George Russell (Mercedes) di posisi ketiga dan rekan setim Norris, Oscar Piastri, di posisi keempat.
Awal Balapan Tentukan Segalanya di Kota Dosa
Verstappen, yang start dari P2, langsung mengambil alih kendali setelah pole-sitter Norris melakukan kesalahan fatal di Tikungan 1. Norris terlalu agresif memotong jalur, namun kehilangan kontrol saat memasuki tikungan, melebar, dan posisinya langsung diambil Verstappen.

“Itu adalah kesalahan yang harus dibayar mahal. Taktik agresif saya tidak berhasil,” ujar Norris seusai balapan, Kepada Media Resmi Formula One
Tak hanya kehilangan posisi pertama, Norris juga harus merelakan posisi kedua kepada George Russell dari Mercedes, yang melakukan start fantastis.
Sementara itu, Piastri juga kehilangan dua posisi setelah bersenggolan ringan dengan Liam Lawson.
Red Bull Superior, Verstappen Tetap Dingin
Di kondisi kering, mobil Red Bull terbukti jauh lebih unggul dibandingkan saat kualifikasi basah. Verstappen tampil nyaris tanpa cela di sirkuit jalanan Nevada.
“Mobil terasa jauh lebih baik dari yang kami duga. Saya hanya fokus pada ritme dan manajemen ban,” kata Verstappen.
Kinerja bannya yang kuat memungkinkannya bertahan lebih lama di trek dengan ban lama, bahkan setelah para pesaingnya masuk pit.
Ketika Norris dan Russell masuk pit untuk mengganti ban keras, Verstappen tetap memimpin dan baru masuk pit pada Lap 25.
Ia keluar dari pit dengan tetap memimpin, menunjukkan betapa nyamannya ia di depan.

Norris Main Aman, Fokus Gelar di Qatar
Norris, di sisi lain, tampil tenang dan fokus. Ia tahu bahwa konsistensi adalah kunci untuk gelar.
- Pada Lap 34, dengan ban lebih segar, Norris berhasil menyalip Russell yang mulai kehilangan kecepatan, mengambil kembali posisi kedua.
- Tim McLaren sempat memberi instruksi, “Kita akan kejar Max,” namun defisit lima detik dan kecepatan Verstappen yang jelas lebih baik membuat misi tersebut nyaris mustahil.
- Norris pada akhirnya memilih untuk mengatur ritme dan bahkan harus melakukan lift and coast untuk menghemat bahan bakar di akhir balapan, menunjukkan ia bermain aman untuk poin.
Dengan hasil ini, Norris unggul 30 poin dari Piastri. Jika ia keluar dari GP Qatar dengan keunggulan 26 poin atau lebih, ia akan langsung mengunci gelar juara dunia. (YA)





