Target 8% Dinilai Belum Realistis, Menkeu Purbaya Fokus ke Pertumbuhan Ekonomi 6%

Purbaya: "Kalau Ditanya Pengalaman Saya Apakah Cukup Tahu ? Amat tahu, Jadi Anda Nggak Usah Khawatir”

JakartaMenteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menilai target pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga 8% sulit dicapai dalam waktu singkat.

Sebagai langkah awal, dirinya berfokus agar perekonomian bisa bergerak ke arah 6% lebih dulu.

Purbaya menekankan bahwa upaya awal yang harus dilakukan adalah mengembalikan arah ekonomi yang sempat melambat agar bisa tumbuh lebih cepat di kisaran 6 persen dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Setelah itu, barulah strategi lain disiapkan agar pertumbuhan bisa meningkat lebih signifikan.

Sebagai catatan, pada kuartal I-2025, pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 4,87 persen dan meningkat menjadi 5,12 persen pada kuartal II.

Namun, pada kuartal III diperkirakan sedikit melambat karena penyerapan belanja pemerintah belum berjalan optimal.

“Kalau tahun ini 8% mungkin agak sulit. Dua atau tiga tahun ke depan ada peluangnya dicapai. Ke arah 6% dalam waktu tidak terlalu lama. Setelah itu baru kita bangun yang lain agar pertumbuhannya lebih cepat lagi,” kata Purbaya di Istana Kepresidenan usai dilantik.

Mantan Ketua Dewan Komisioner LPS tersebut juga menyoroti persoalan pengelolaan anggaran. Ia berencana menggelar rapat internal bersama jajaran Kementerian Keuangan, untuk membahas langkah perbaikan dalam penyerapan belanja.

Purbaya menilai masih ada dana yang dikelola kurang optimal, sehingga perlu pengawasan agar tidak mengganggu stabilitas sistem perbankan.

“Kalau saya lihat, masih ada pengelolaan uang yang belum optimal. Kita akan perbaiki itu. Jadi walaupun anggaran terserap, kita pastikan dananya tidak mengganggu sistem perbankan. Itu yang akan kita kerjakan nanti,” ucap Purbaya.

Dengan pengalaman panjang menghadapi berbagai krisis, termasuk tahun 2008, 2009, 2015, 2020, 2021, hingga pandemi Covid-19, Purbaya optimistis dapat menjalankan tugas yang diberikan Presiden.

Sebagai ekonom dengan pengalaman lebih dari 25 tahun, ia pernah menjadi bagian dari tim ekonomi di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Joko Widodo.

“Jadi kalau ditanya pengalaman saya. Apakah cukup tahu ? Amat tahu. Jadi Anda nggak usah khawatir,” tegasnya.

Menurutnya, modal kuat ekonomi Indonesia adalah tingginya permintaan domestik. Sementara situasi global hanya menjadi sentimen yang seharusnya tidak memberikan dampak besar bila dikelola dengan baik.

Purbaya meyakini masa depan ekonomi nasional akan cerah apabila domestic demand tetap terjaga dan diarahkan dengan tepat. (Ep)

Baca juga : 

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *