Euforia Skuad Al Nassr Menjemput Takdir Juara, Setelah Menaklukkan Badai Kritis!

Mahkota Kembali ke Riyadh, Lautan Kuning Jadi Panggung Perpisahan Sempurna Jorge Jesus

Riyadh, Arab Saudi – Ketegangan yang membeku selama tujuh tahun di ibu kota, akhirnya mencair menjadi ledakan euforia yang menggetarkan seisi kota.

Di Stadion Al Awwal Park yang dipadati lebih dari 26.000 penonton, klub sepakbola Al-Nassr resmi mengunci gelar juara kompetisi Roshn Saudi League (SPL) musim 2025-2026 setelah menumbangkan Damac lewat performa klinis.

Skuad asuhan pelatih kepala Jorge Jesus ini berhasil menyegel kemenangan krusial, berkat 2 gol dari megabintang Cristiano Ronaldo, yang disempurnakan gol Sadio Mane serta Kingsley Coman demi memastikan posisi mereka finis dua poin di atas rival abadi, Al Hilal.

Keberhasilan dramatis di laga pamungkas ini, tidak hanya mengakhiri dahaga trofi liga domestik pertama klub sejak musim 2018-2019.

Laga itu juga menjadi panggung perpisahan yang manis, setelah sang pelatih mengumumkan pengunduran dirinya tepat setelah peluit panjang berbunyi.

Pemain Berpengalaman & Pembuktian Sang Megabintang

Al Nassr Juara Saudi Pro League 2025/2026 – Foto: Dok. RSL

Perjalanan Al-Nassr menuju tangga juara musim ini, sempat dibayangi ketakutan nyata akan kegagalan besar di saat-akhir kritis.

Setelah blunder penjaga gawang di detik-detik terakhir menggagalkan pesta juara mereka saat melawan Al-Hilal seminggu sebelumnya, ditambah kekalahan tragis 0-1 dari Gamba Osaka di final AFC Champions League Two, beban mental skuad berada di titik nadir.

Ketegangan sempat kembali merayap di tribun penonton, ketika Damac berhasil memperkecil kedudukan menjadi 2-1 di babak kedua. Namun, di sinilah mentalitas berbicara ketika Cristiano Ronaldo mengambil alih kendali.

Sang bintang mengeksekusi tendangan bebas langsung yang bersarang ke gawang lawan, sebelum kemudian memanfaatkan insting murni di dalam kotak penalti untuk mencetak gol keduanya.

Al Nassr Juara Saudi Pro League 2025/2026 – Foto: Dok. Al Nassr

Meski usianya telah menginjak 41 tahun, sumbangan 28 gol liga miliknya di sepanjang musim menjadi bukti, bahwa sang kapten belum kehilangan sentuhan mautnya.

Keberhasilan ini sekaligus mengunci penghargaan Man of the Match ke delapan bagi sang megabintang, pada malam penutupan musim yang emosional.

Dampak Instan Amunisi Lini Serang

Foto: Dok. RSL

Di balik sorotan tajam yang selalu mengarah pada Ronaldo, kontribusi nyata dari trio penyerang anyar Al-Nassr menjadi fondasi kokoh yang membedakan mereka dari musim-musim sebelumnya.

Joao Felix, yang didatangkan dari Chelsea pada bursa transfer musim panas, tampil sangat dominan dengan catatan luar biasa berupa 20 gol dan 13 asis di liga, membuatnya masuk dalam daftar lima kandidat Pemain Terbaik SPL Musim Ini.

Kehadiran para pemain bintang ini memberikan opsi serangan yang jauh lebih bervariasi, bagi strategi menyerang Jorge Jesus.

“Ini adalah musim yang sulit, tetapi dengan semua upaya yang kami kerahkan di lapangan hari demi hari sebagai sebuah tim, kami melakukan pekerjaan yang fantastis dan itu akan diingat selamanya,” ungkap Joao Felix.

Sementara itu, Sadio Mane mencatatkan statistik unik di mana Al-Nassr memenangkan 24 laga dari 25 pertandingan yang ia lalui, menegaskan bahwa kehadirannya adalah jaminan kemenangan mutlak bagi tim.

Al Nassr Juara Saudi Pro League 2025/2026 – Foto: Dok. RSL

Kontribusi tersebut disempurnakan oleh Kingsley Coman yang mengemas 10 gol dan 11 assist di sepanjang musim kompetisi berjalan.

Salah satu titik balik krusial yang menguji mentalitas juara Al-Nassr, terjadi pasca-penurunan performa di awal tahun 2026, ketika mereka menelan tiga kekalahan beruntun dari Al-Ahli, Al-Qadsiah, dan Al-Hilal.

Kritik sempat berdatangan, menyebut mereka tidak memiliki mental bertarung saat situasi berbalik sulit. Namun, momen kebangkitan itu akhirnya tiba dalam laga derby sengit melawan Al-Shabab.

Ketangguhan taktik itu kembali diuji dalam pertempuran keras melawan Al-Ahli di penghujung April. Melalui gol sundulan Ronaldo dan sepakan keras Coman di detik-detik terakhir laga, Al-Nassr berhasil mendepak rival utamanya tersebut dari persaingan juara.

“Kami bermain dengan hati. Semua orang fokus; tahun ini khususnya, kami tidak ingin memiliki satu alasan pun. Di atas lapangan, kami memberikan segalanya,” tegas bek Mohamed Simakan, menjelaskan rahasia di balik kokohnya lini belakang yang dikawal bersama Nawaf Boushal dan Abdulelah Al-Amri.

Janji Terpenuhi & Akhir Sebuah Era

Foto: Dok. RSL

Bagi pelatih kepala Jorge Jesus, keberhasilan merengkuh gelar juara SPL musim ini memiliki makna personal yang sangat mendalam.

Menerima tantangan untuk membangun tim yang mampu meruntuhkan dominasi mantan klub asuhannya, Al Hilal, diakui sebagai salah satu proyek tersulit dalam karier kepelatihannya.

Keberhasilan membentuk kelompok pemain yang sangat bersatu, menjadi kunci utama di balik kesuksesan taktisnya di lapangan.

“Saya hanya menerima tantangan ini, karena saya memberi tahu Cristiano bahwa saya akan membantunya menjadi juara: ‘mari kita menangkan gelar ini dan setelah itu saya akan pergi’, dan itulah yang terjadi. Bagi saya ini sudah berakhir,” ujar Jorge Jesus dalam pengumuman perpisahan yang mengejutkan di sesi konferensi pers.

Keberhasilan meruntuhkan dominasi lawan di hari terakhir ini, sekaligus membuktikan lahirnya mentalitas tangguh yang baru dari skuad berjuluk The Yellows tersebut.

Skuad Al-Nassr kini melangkah menuju masa libur musim panas dengan kepala tegak, meninggalkan kenangan malam perayaan di Riyadh yang akan membekas selamanya dalam sejarah sepakbola kerajaan. (*)

Baca juga : 

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *