Akhir Penantian 120 Tahun, Lens Hajar Nice 3-1dan Raih Trofi Piala Prancis Pertama!

Coupe de France: Lautan Suporter Lens Mengubah Stade de France Jadi Panggung Pesta

Paris, Prancis – Ada utang sejarah yang akhirnya lunas di bawah langit Saint-Denis, sebuah penantian melampaui satu abad yang puncaknya tumpah dalam air mata dan gemuruh magis nyanyian suporter.

Pada laga final yang mendebarkan di Stade de France Sabtu (23/05/26) dinihari, klub sepak bola RC Lens sukses menumbangkan OGC Nice dengan skor 3-1.

Pasukan emosional yang diracik oleh pelatih Pierre Sage ini langsung menggebrak lewat gol-gol penentu dari Florian Thauvin dan Odsonne Edouard.

Sebelum akhirnya sepakan magis Abdallah Sima mengunci kemenangan mutlak, bagi skuad berjuluk Sang et Or (Darah dan Emas) itu.

Penentu Akhir Utang Sejarah

Gemuruh di tribun Stade de France langsung membakar semangat armada Pierre Sage sejak peluit pertama dibunyikan.

Lens vs OGC Nice – Foto: Dok. RCL

Setelah sepuluh menit awal yang berjalan penuh kehati-hatian, Lens mendapatkan momentum lewat sepak pojok Florian Thauvin yang disambut sundulan Kyllian Antonio, meski bola masih meleset tipis dari tiang dekat.

  • Keberanian taktik Lens akhirnya membuahkan hasil di menit ke-30 ketika Matthieu Udol merangsek dari sisi kiri, mengecoh pengawalnya, dan mengirimkan umpan tarik mendatar yang tenang ke kotak penalti.
  • Florian Thauvin yang berdiri bebas dengan cerdik memotong ke arah dalam dan melepaskan tembakan menyusur tanah ke sudut bawah gawang tanpa bisa dihalau kiper Nice.
  • Skuad Sang et Or kian menjauh di menit ke-43, setelah eksekusi tendangan bebas Thauvin disusul kemelut yang berakhir dengan umpan lambung melengkung kaki kirinya, yang langsung disambar oleh sundulan tajam Odsonne Edouard untuk mengubah papan skor menjadi 2-0.
Lens vs OGC Nice – Foto: Dok. RCL
  • Tepat sebelum jeda turun minum memasuki masa injury time, Nice mencoba bangkit memberikan respons perlawanan yang mengejutkan.
  • Memanfaatkan skema sepak pojok di menit ke-45+4, Djibril Coulibaly melompat tinggi di tiang dekat untuk menyundul bola masuk ke gawang Lens, memperkecil kedudukan menjadi 2-1 dan memberi napas baru bagi harapan timnya menjelang babak kedua.

Pada babak kedua, ketika tekanan Nice berada di puncaknya, ketenangan lini tengah Lens dalam memanfaatkan skema serangan balik cepat justru menjadi pembeda.

Di menit ke-78, sebuah umpan terobosan ciamik dari Malang Sarr berhasil membelah pertahanan Nice dan menemui Abdallah Sima yang mengubah skor menjadi 3-1.

Ketika tambahan waktu dimulai, para pemain Lens secara cerdik memainkan operan-operan pendek, sebelum peluit panjang wasit akhirnya berbunyi, meresmikan RC Lens sebagai penguasa baru Piala Prancis.

Lens vs OGC Nice – Foto: Dok. RCL

Lens akhirnya berhasil merebut trofi Coupe de France (Piala Prancis) pertama, sepanjang sejarah 120 tahun berdirinya klub tersebut.

Kemenangan bersejarah ini sekaligus memutus kutukan final 28 tahun silam bagi klub asal wilayah Artois, dan menjadi kado ulang tahun paling sakral di hadapan lautan pendukung fanatik yang memadati stadion nasional.

Lompatan sejarah ini seketika mengubah peta sepakbola Prancis, menegaskan bahwa penantian terlama dalam sejarah turnamen kini telah menemui takdir indahnya. (*)

Baca juga : 

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *