Nice, Prancis – RC Lens harus menelan pil pahit setelah kemenangan yang sudah di depan mata sirna akibat gol balasan telat OGC Nice yang memaksakan hasil imbang 1-1.
Bertanding di hadapan publik Nice dalam lanjutan pekan ke-32 Ligue 1, skuat Blood and Gold sempat unggul lebih dulu melalui aksi solo Allan Saint-Maximin.
Namun, petaka kartu merah yang diterima Saud Abdulhamid di penghujung laga menjadi titik balik yang dimanfaatkan Ali Abdi untuk menyamakan kedudukan.
Hasil ini memaksa tim asuhan Pierre Sage memperpanjang puasa kemenangan tandang mereka yang telah bertahan sejak Februari lalu.
Serangan Balik & Petaka Kartu Merah
Sejak peluit awal dibunyikan, Lens langsung mengambil inisiatif serangan dengan penguasaan bola mencapai 58%.
Florian Thauvin dan Allan Saint-Maximin berulang kali merepotkan barisan pertahanan Nice, lewat umpan-umpan tarik yang mematikan.
Nice yang bermain rapat dan terorganisir bukan tanpa perlawanan. Mereka sesekali mengancam melalui skema bola mati, termasuk sundulan Jumah Bah yang nyaris membobol gawang mantan timnya.
- Kebuntuan akhirnya pecah melalui skema serangan balik kilat yang sangat rapi. Adrien Thomasson melepaskan umpan terobosan cerdik yang membelah pertahanan Nice, memungkinkan Allan Saint-Maximin berlari kencang melewati kiper lawan dan menceploskan bola ke gawang kosong.
- Namun, situasi berubah drastis pada menit ke-81 ketika Saud Abdulhamid diusir wasit, setelah menerima kartu merah.
- Unggul jumlah pemain, Nice langsung mengurung pertahanan Lens dan berhasil mencetak gol balasan lewat Ali Abdi yang memanfaatkan bola liar di dalam kotak penalti.
Pasca pertandingan, skuat asuhan Pierre Sage tampak sangat terpukul karena kehilangan dua poin krusial di menit-menit akhir.
Kurangnya konsentrasi setelah bermain dengan sepuluh orang menjadi catatan besar bagi staf pelatih. Lens kini harus segera memulihkan mental mereka untuk menghadapi FC Nantes demi menjaga posisi di klasemen Ligue 1. (*)
Baca juga :





