TikTok Kini Dalam Genggaman AS, Terjadi Kesepakatan ‘Rahasia’ di Madrid ?

Awas! TikTok Terancam Diblokir di AS Bila Tidak Tercapai Kesepakatan, Nasib 170 Juta Pengguna di Ujung Tanduk

Washington, AS – Ketegangan antara Amerika Serikat dan China terkait masa depan TikTok menemui babak baru.

Kementerian Keuangan AS mengumumkan telah mencapai ‘kesepakatan kerangka kerja’ dengan Beijing, yang berpotensi membuka jalan bagi pengambilalihan operasional TikTok di Amerika oleh perusahaan AS.

Pengumuman ini datang di tengah panasnya negosiasi dagang antara kedua negara di Madrid, Spanyol.

Menteri Keuangan AS, Scott Bessent mengatakan kesepakatan tersebut akan segera diselesaikan oleh Presiden Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping.

“Ancaman untuk menutup aplikasi media sosial ini di AS telah meyakinkan para negosiator Tiongkok, untuk melepaskan tuntutan pengurangan tarif sebagai bagian dari kesepakatan penjualan cabang TikTok di AS,” ungkap Bessent dikutip dari BBC News.

Meskipun Tiongkok mengonfirmasi adanya kesepakatan kerangka kerja, mereka menegaskan tidak akan ada kesepakatan yang mengorbankan kepentingan perusahaan China.

Menkeu AS, Scott Bessent & Wakil PM China, He Lifeng – Foto: Dok. BBC News

Ancaman blokir TikTok bukanlah isapan jempol. Tenggat waktu bagi perusahaan induk TikTok, ByteDance, untuk menemukan pembeli bagi operasionalnya di AS semakin dekat.

Jika tidak, aplikasi yang sangat populer ini terancam dilarang dan dinonaktifkan di Amerika.

Ancaman Keamanan Nasional ?

Dilansir dari BBC, Departemen Kehakiman AS telah berulang kali menyatakan bahwa akses TikTok terhadap data pengguna Amerika, menimbulkan “ancaman keamanan nasional yang sangat dalam dan luas.”

  • Ancaman Data Pengguna: Kekhawatiran utama adalah bahwa data dari 170 juta pengguna TikTok di AS dapat diakses oleh pemerintah China. Meskipun ByteDance berulang kali membantah klaim ini, keraguan tetap ada di kalangan pejabat AS.
  • Perang Dagang Digital: Isu TikTok ini juga menjadi bagian dari perang dagang yang lebih luas antara AS dan Tiongkok. Scott Bessent mengakui bahwa kesepakatan ini “sepenuhnya menghormati kekhawatiran keamanan nasional AS.”

Namun para ahli masih skeptis, menyoroti kurangnya rincian dalam kesepakatan tersebut.

“Sampai rincian ini diklarifikasi, resikonya adalah kesepakatan tersebut menyelesaikan kepemilikan di atas kertas, tetapi membiarkan kerentanan inti tidak tersentuh,” ujar Sarah Kreps, Direktur Institut Kebijakan Teknologi Cornell University.

Sementara itu, Jim Secreto, mantan pejabat keamanan nasional, mengatakan taruhannya sangat tinggi, karena ByteDance adalah salah satu perusahaan AI terbesar di China.

“Data yang dikumpulkan TikTok dari orang Amerika hari ini dapat membantu melatih model, yang mendukung kemampuan militer dan intelijen Tiongkok di masa depan,” kata Secreto dikutip BBC News.

Kini masa depan TikTok di Amerika Serikat masih menggantung di ambang ketidakpastian. Meskipun “kesepakatan kerangka kerja” telah dicapai, rincian yang belum jelas menimbulkan keraguan di kalangan para ahli keamanan.

Ini bukan hanya tentang sebuah aplikasi media sosial, melainkan cerminan dari kompleksitas perang dagang dan persaingan teknologi antara dua kekuatan ekonomi terbesar dunia.

Resolusi akhir dari drama digital ini juga akan mempengaruhi lanskap teknologi global, dan keamanan data jutaan pengguna. (YA)

Baca juga : 

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *