Molineux, Inggris – Chelsea berhasil lolos dari laga penuh drama di Molineux setelah menaklukkan Wolverhampton Wanderers dengan skor mendebarkan 4-3 pada putaran keempat Carabao Cup.
Kemenangan ini didominasi performa impresif para pemain muda The Blues di babak pertama, disusul ketegangan hebat di babak kedua yang diwarnai kartu merah dan gol roket perdana dari Jamie Gittens.
Hasil ini membawa pasukan Enzo Maresca melaju ke perempat final, di mana mereka akan menghadapi tim League One, Cardiff City, pada pertengahan Desember.
Debut Manis Gittens & Santos
Enzo Maresca melakukan perombakan besar-besaran, hanya menyisakan Josh Acheampong dari starting XI sebelumnya, memberikan kesempatan kepada produk akademi dan rekrutan baru untuk unjuk gigi.
Strategi ini terbukti jitu, terutama di babak pertama, dengan tiga gol cepat.
- Menit ke-5 (Santos): Gittens merebut bola liar dan menyodorkannya kepada gelandang Brasil, Andrey Santos. Dengan ruang tembak yang cukup, Santos melepaskan tembakan kaki kiri terarah dari luar kotak penalti, mencetak gol perdananya untuk Chelsea dan membuka keunggulan.
- Menit ke-15 (George): Gittens kembali menjadi arsitek. Ia menusuk ke kotak penalti dan melepaskan umpan silang mendatar yang disambut mudah oleh Tyrique George di depan gawang, mengubah skor menjadi 2-0.
- Menit ke-45 (Estevao): Wolves menghancurkan diri sendiri. Kesalahan passing kiper Jose Sa dan Fer Lopez saat mencoba build-up dari belakang dimanfaatkan Santos yang mencuri bola, dan dengan dingin Estevao Willian mencungkil bola melewati kiper, menutup babak pertama dengan keunggulan telak 3-0.
Kartu Merah & Gol Indah Penyelamat
Keunggulan 3-0 Chelsea seolah sirna di babak kedua. Wolves bangkit dengan penuh semangat, memanfaatkan kelengahan The Blues yang menurut Maresca “panik sedikit.”
- Bangkitnya Wolves: Tolu Arokodare (menit ke-48) dan David Moller Wolfe (menit ke-75) mencetak gol, mengurangi defisit menjadi 3-2.
- Kartu Merah Delap: Momen paling tegang terjadi saat striker Liam Delap (yang baru kembali setelah dua bulan cedera) diusir keluar lapangan, karena menerima kartu kuning kedua setelah melanggar Emmanuel Agbadou. Chelsea terpaksa bermain dengan 10 orang.

Saat Molineux bergemuruh, sebuah momen keajaiban dari pemain yang mencetak gol perdananya-lah yang menyelamatkan malam The Blues.
- Gol Roket Gittens: Hanya dengan 10 pemain, Jamie Gittens menerima bola pantul sekitar 20 meter dari gawang, dan tanpa ragu melepaskan tembakan keras yang menghantam tiang dalam sebelum masuk ke gawang. Gol spektakuler ini, yang menjadikannya 4-2, memberi Chelsea ruang bernapas yang sangat dibutuhkan.
- Meskipun David Moller Wolfe sempat mencetak gol keduanya di waktu tambahan, 10 pemain Chelsea yang dipimpin oleh penyelamatan-penyelamatan penting dari kiper Filip Jorgensen berhasil mempertahankan keunggulan tipis 4-3 hingga peluit akhir berbunyi.
Pelatih Chelsea, Enzo Maresca mengakui bahwa ia memiliki emosi campur aduk setelah pertandingan yang naik turun ini.
“Saya sangat senang dengan babak pertama, dan sangat kesal dengan babak kedua. Di babak pertama, kami sangat bagus. Pertandingan benar-benar di bawah kontrol pada kedudukan 3-0. Namun, di babak kedua kami tidak melakukan hal yang benar. Kami sedikit panik,” ujar Maresca dikutip dari Situs Resmi Chelsea.
Maresca menekankan bahwa pengalaman seperti ini, di mana tim muda Chelsea harus bertahan dengan 10 pemain setelah kebobolan, adalah bagian penting dari perjalanan tim untuk menjadi lebih baik.
Kemenangan dramatis ini mengamankan tempat Chelsea di babak perempat final. Undian yang berlangsung tak lama setelah pertandingan akan mempertemukan The Blues dengan Cardiff City.
Chelsea akan bertandang ke markas Cardiff City (tim League One) pada Desember mendatang.
Laga di Black Country ini mungkin terasa seperti roller-coaster bagi Chelsea, namun hasil akhirnya adalah pelajaran berharga tentang pentingnya menjaga mentalitas. (*)
Baca juga :





