Porto Tumbang, Sporting Kandas, Braga Merana Terkena Kutukan ‘Comeback’ Vitoria!

Piala Liga Portugal: Sejarah Tercipta! Comeback Dramatis Vitoria SC Tumbangkan Braga, Juara 2026

Leira, Portugal Vitoria Sport Clube resmi dinobatkan sebagai “Juara Musim Dingin” setelah merengkuh gelar Taça da Liga (Piala Liga Portugal) untuk pertama kalinya dalam sejarah klub.

Bermain di Estadio Dr. Magalhaes Pessoa, Leiria, tim berjuluk Os Conquistadores ini mengalahkan rival bebuyutan mereka, SC Braga, dengan skor 2-1 melalui aksi comeback yang sangat dramatis.

Kemenangan ini menyempurnakan perjalanan ajaib Vitoria SC, yang sepanjang turnamen menyandang status sebagai raksasa pembunuh (giant killer).

Pasukan Luis Pinto ini tercatat selalu tertinggal lebih dulu, namun berhasil membalikkan keadaan saat menyingkirkan FC Porto di perempat final, Sporting CP di semifinal, dan puncaknya SC Braga di partai final.

Dominasi Braga & Tendangan Berkelas

Braga memulai pertandingan dengan kepercayaan diri tinggi. Penguasaan bola yang tenang membuat lini pertahanan Vitoria sempat goyah di awal laga.

  • Dominasi tersebut membuahkan hasil pada menit ke-17, ketika Rodrigo Zalazar dilanggar di area berbahaya.
  • Mario Dorgeles yang maju sebagai eksekutor melepaskan tendangan bebas kaki kiri yang melengkung indah ke pojok kanan atas gawang, menaklukkan kiper Charles.
  • Keunggulan 1-0 ini bertahan hingga turun minum, meski Vitoria sempat memberikan perlawanan melalui peluang jarak jauh Joao Mendes.

Penalti Samu & Sundulan Maut

Memasuki babak kedua, perubahan taktik yang dilakukan Luís Pinto berjalan efektif. Masuknya Samu dan Alioune Ndoye memberikan dimensi baru dalam serangan Vitoria.

  • Harapan mulai muncul pada menit ke-57 ketika VAR mengonfirmasi pelanggaran handball oleh Vítor Carvalho di kotak terlarang.
  • Masuk sebagai pemain pengganti, Samu sukses mengecoh kiper Braga untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
  • Pada menit ke-83, striker jangkung Alioune Ndoye membuktikan ketajamannya. Memanfaatkan sepak pojok Samu, ia melompat melampaui Gustaf Lagerbielke untuk menyundul bola ke pojok gawang.
  • Laga mencapai puncak ketegangan saat wasit memberikan tambahan waktu sembilan menit.
  • Pada menit ke-90+5, Braga mendapatkan peluang emas untuk memaksakan adu penalti setelah Joao Mendes dihukum kartu merah karena pelanggaran di kotak penalti.
  • Namun, Charles kembali menunjukkan kelasnya. Dengan elastisitas luar biasa, ia berhasil menepis tendangan penalti Rodrigo Zalazar.
Vitoria de Guimaraes vs Braga – Foto: Dok. Portugoal

Kegagalan penalti tersebut sekaligus memadamkan ambisi Braga, dan memastikan trofi terbang menuju Guimaraes.

Meski dimainkan di tempat netral, tribun stadion jelas didominasi oleh ribuan suporter setia Vitoria SC, yang mengubah suasana menjadi seperti di kandang mereka sendiri.

Estadio Dom Afonso Henriques bersorak-sorai saat peluit panjang dibunyikan, menandai berakhirnya dominasi “Big Three” (Porto, Sporting, Benfica) di kompetisi domestik kali ini.

Kemenangan ini bukan hanya soal trofi, melainkan pembuktian bahwa talenta dan semangat juang tinggi mampu menumbangkan kemapanan finansial klub-klub besar Portugal.

Sejarah baru bisa dituliskan. Guimaraes kini tidak hanya dikenal sebagai kota kelahiran bangsa Portugal, tetapi juga rumah bagi sang juara baru yang telah menaklukkan para raksasa. (*)

Baca juga :

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *