Jakarta – Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola oleh Bank Indonesia melaporkan pergerakan harga sejumlah komoditas pangan pokok di tingkat pedagang eceran pada Sabtu 7 Maret 2026.
Berdasarkan pantauan data terbaru hingga pukul 08.42 WIB, sektor hortikultura dan beras menunjukkan dinamika harga yang beragam di berbagai wilayah Indonesia.
Komoditas cabai rawit merah saat ini menjadi instrumen pangan dengan posisi harga tertinggi di kelompoknya, yakni menyentuh angka Rp78.900 per kilogram.
Di saat yang sama, kelompok bawang juga mengalami penyesuaian, dengan bawang merah diperdagangkan seharga Rp43.700 per kilogram dan bawang putih dipatok pada kisaran Rp40.200 per kilogram.
Stabilitas Harga Beras & Protein Hewani
Dalam laporan yang dihimpun dari data PIHPS , sektor beras sebagai kebutuhan pokok utama masyarakat terpantau berada dalam rentang harga yang kompetitif berdasarkan klasifikasi kualitasnya:
- Beras Kualitas Super: Berkisar antara Rp16.700 hingga Rp17.200 per kg.
- Beras Kualitas Medium: Diperdagangkan pada rata-rata Rp15.800 sampai Rp15.950 per kg.
- Beras Kualitas Bawah: Tersedia pada kisaran Rp14.450 hingga Rp14.500 per kg.
Untuk sektor protein, harga daging sapi kualitas pertama masih stabil di angka Rp144.550 per kilogram, sementara daging sapi kualitas kedua berada di level Rp136.500 per kilogram. Adapun daging ayam ras dan telur ayam masing-masing dibanderol seharga Rp41.050 dan Rp32.600 per kilogram.
Komoditas Minyak Goreng dan Gula
Indikator harga pada komoditas minyak goreng menunjukkan adanya segmentasi harga yang jelas antara produk curah dan kemasan bermerek. Minyak goreng curah tercatat sebesar Rp19.000 per liter, sedangkan minyak goreng kemasan bermerek dipasarkan antara Rp21.700 hingga Rp22.700 per liter.
Untuk kebutuhan pemanis, gula pasir kualitas premium menyentuh angka Rp19.950 per kilogram, terpaut tipis dengan gula pasir lokal yang berada di posisi Rp18.550 per kilogram.
Data harian yang dirilis PIHPS ini berfungsi sebagai referensi bagi para pemangku kebijakan dan pelaku pasar dalam memantau laju inflasi pangan serta menjaga stabilitas daya beli masyarakat di tingkat nasional.(NR)





