Victoria, Argentina – Laga Torneo Apertura antara Tigre dan Velez Sarsfield pada Rabu (11/03/26), bukan sekadar duel perebutan poin di puncak klasemen.
Di balik skor imbang 1-1 yang alot, terselip sebuah cerita heroik tentang seorang “Centurion” bernama Braian Romero yang menghapus duka cedera tepat di laga bersejarahnya.
Meski berakhir imbang, Velez Sarsfield tetap kokoh di puncak klasemen sementara Zona A dengan 19 poin, selisih 4 poin dengan peringkat kedua, Union.
Sentakan Awal & Taktik ‘Maju 20 Meter’
Estadio Jose Dellagiovanna dikenal angker bagi tim tamu, dan Velez merasakannya langsung. Meski Manuel Lanzini sempat mengancam di awal laga, justru tuan rumah yang berhasil mencuri panggung.
- Lewat skema serangan yang rapi, David Romero membawa Tigre unggul di menit ke-27.
- Stadion bergemuruh, dan Velez dipaksa masuk ke ruang ganti dengan kepala tertunduk di babak pertama.
Menyadari timnya buntu, Guillermo Barros Schelotto melakukan perjudian taktis saat jeda. Ia mengubah formasi menjadi tiga bek dan memerintahkan pemainnya menekan 20 meter lebih tinggi.
Keputusan paling krusial adalah memasukkan Braian Romero. Hanya butuh lima menit di lapangan, sang striker langsung berhadapan dengan takdir.
- Sebuah pelanggaran handball bek Tigre membuahkan penalti. Dengan beban laga ke-100 dan tekanan suporter lawan, Braian Romero melepaskan tendangan dingin yang mengelabui Felipe Zenobio.
- “Gol!” teriaknya, mengakhiri puasa gol panjang sekaligus menyelamatkan satu poin berharga bagi sang pemimpin klasemen.

Usai laga Pelatih Velez Sarsfield, Guillermo Barros Schelotto memuji kerja keras fisik timnya. Meski permainan tidak mengalir sesuai harapan, ia menyebut kemampuan merespons adalah kunci.
“Saya suka performa tim di babak kedua karena mereka mampu menyamai gairah (attitude) Tigre,” ujarnya, mengakui laga tersebut sangat keras dan tidak beraturan dikutip dari Situs Resmi Velez Sarsfield.
Schelotto juga memuji Braian Romero atas ketenangannya mengeksekusi penalti dan kontribusi pertahanannya.
Hasil imbang 1-1 ini membuktikan bahwa Velez punya mentalitas baja untuk bangkit dari tekanan. Ujian berikutnya ? Laga tandang melawan Platense.
Menariknya, laga tersebut akan menjadi tonggak sejarah baru di mana suporter tim tamu diperbolehkan hadir kembali ke stadion lawan, sebuah atmosfer yang sangat dirindukan Schelotto dan seluruh pecinta sepakbola Argentina. (*)
Hasil Lainnya Apertura Argentina :
- Independiente vs Union: 4-4
- Newell’s Old Boys vs Club Atletico Platense: 1-1
- Sarmiento vs Racing Club: 0-0
Baca juga :





