Al-Kholood Singkirkan Al-Ittihad, dan Al-Hilal Segel Tiket Final Usai Bikin Al-Ahli Menangis!

King's Cup: Al-Kholood Ukir Sejarah Menang Penalti 2-2 (5-4), Al-Ahli Kalah Penalti Dari Al-Hilal 1-1 (2-4)

Riyadh, Arab Saudi – Sejarah baru saja ditulis dengan tinta emas di tanah Arab. Di saat publik menantikan laga klasik antara raksasa, Al-Kholood, klub yang baru saja mencicipi era kepemilikan asing di bawah Ben Harburg, justru membalikkan semua prediksi.

Pada Kamis (19/03/26) dinihari, mereka menumbangkan Al-Ittihad lewat drama adu penalti yang memicu adrenalin setelah bermain imbang 2-2 (5-4).

Sementara itu di Jeddah, Al-Hilal membuktikan mentalitas juara mereka setelah menyingkirkan Al-Ahli dalam duel yang tak kalah mencekam, skor imbang dan penalti 1-1 (4-2).

Tumbangnya Sang Raksasa

Di Stadion Al-Hazem, logika sepakbola seolah tidak berlaku. Al-Ittihad sempat berada di atas angin melalui aksi Moussa Diaby di menit ke-40.

Meski tertinggal dua kali, Al-Kholood yang bermain dengan disiplin tinggi menunjukkan bahwa uang dan nama besar bukan jaminan.

  • Abdulaziz Al Aliwa menyamakan skor 1-1 di menit ke-73, yang memaksa laga harus berjalan hingga babak tambahan waktu.
  • Al ittihad kembali memimpin skor 2-1, setelah Steven Bergwijn melesakan gol di menit ke-96.
  • Namun Al Kholood tidak mau kalah, dan kembali menyeimbangkan skor lima menit kemudian. Pemain pengganti muda, Adam Berry, menjadi simbol perlawanan dengan tendangan jarak jauhnya yang membuat penonton histeris.

Drama memuncak saat adu penalti. Diaby, yang sepanjang laga menjadi otak serangan Al-Ittihad, justru gagal saat momen paling menentukan.

Tendangannya ditepis oleh kiper Juan Cozzani, dan mengirim Al-Kholood terbang ke awan untuk final pertama dalam sejarah mereka.

Bentrok Para ‘Dewa’ di Jeddah

Jeddah, Arab Saudi – Sementara itu, atmosfer di Stadion Al-Inma membara. Pertemuan antara Al-Ahli dan Al-Hilal bukan sekadar laga, tapi perang saraf.

Al-Hilal unggul lebih dulu lewat Theo Hernandez di menit ke-39 hasil kerja sama apik dengan Benzema dan Al-Dawsari.

Al-Ahli sempat menyamakan kedudukan lewat penalti Ivan Toney di menit ke-81, yang hampir saja ditepis Bounou.

Namun, di babak adu penalti, Bounou menunjukkan mengapa ia dianggap kiper terbaik di liga. Dengan ketenangan luar biasa, ia membaca arah bola Toney dan Galeno.

Theo Hernandez kemudian menutup laga tersebut dengan eksekusi penalti yang meyakinkan, dan membawa Al Hilal ke final dengan skor 4-2

Al-Kholood telah menjelma menjadi “pembunuh raksasa” yang lapar, sementara Al-Hilal tetap menjadi benteng kokoh yang menolak untuk runtuh meski badai datang menerjang.

Akankah dongeng Al-Kholood berakhir dengan trofi, ataukah dominasi Al-Hilal tetap tak tergoyahkan ? Panggung final King’s Cup telah siap. (*)

Baca juga : 

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *