Dortmund, Jerman – Borussia Dortmund baru saja membuktikan mengapa mereka disebut sebagai salah satu penguasa drama Bundesliga.
Menjamu Hamburger SV dalam laga klasik di Signal Iduna Park, BVB secara ajaib bangkit dari jurang kekalahan 0-2 untuk berbalik menang 3-2.
Kemenangan ketiga beruntun ini tidak hanya mengamankan tiga poin, tapi juga menegaskan mentalitas baja skuad asuhan Niko Kovac sebelum jeda internasional.
Sempat dibuat mati kutu oleh gol Otele dan Lokonga di babak pertama, Dortmund meledak di paruh kedua. Masuknya Ramy Bensebaini dan Serhou Guirassy menjadi kartu as yang mengubah segalanya.
Bensebaini tampil sebagai pahlawan dengan dwigol dari titik putih, sementara gol pantul Guirassy memastikan posisi Dortmund tetap kokoh di peringkat kedua klasemen.
Stadion yang penuh sesak (81.365 penonton) menjadi “pemain ke-12” yang membakar semangat pemain di lapangan.
Mimpi Buruk 45 Menit Pertama
Signal Iduna Park sempat dicekam keheningan saat tim tamu, Hamburg, tampil sangat agresif dan klinis. Meskipun Maxi Beier sempat mengancam di awal, Dortmund justru terhukum oleh skema serangan balik cepat.
Philip Otele membuka keran gol di menit ke-19, disusul penyelesaian Albert Lokonga di menit ke-38 setelah lini belakang BVB melakukan kesalahan fatal.

Penderitaan Dortmund seolah lengkap ketika Felix Nmecha gagal mengeksekusi penalti di penghujung babak pertama. Skor 0-2 di papan skor saat turun minum membuat banyak suporter mulai meragukan hasil akhir, namun Niko Kovac punya rencana lain di ruang ganti.
Gempuran Tanpa Henti & VAR
Memasuki babak kedua, Dortmund bermain seperti kesurupan. Aliran bola menjadi lebih cepat dan agresif.
- Penalti pertama Ramy Bensebaini di menit ke-73 memperkecil skor dan menyalakan api harapan.
- Hanya berselang lima menit, kemelut di depan gawang yang melibatkan Serhou Guirassy dan Fabio Silva akhirnya berbuah gol penyeimbang 2-2—gol yang dikonfirmasi lewat teknologi garis gawang.
- Puncaknya terjadi di menit ke-84. Pelanggaran handball Muheim memaksa wasit kembali menunjuk titik putih.
- Dengan tekanan luar biasa, Ramy Bensebaini kembali maju dan menyarangkan bola ke pojok bawah gawang, memicu ledakan kegembiraan yang mengguncang seluruh Dortmund.
Kemenangan ini diakui bukan hanya karena perubahan taktik, melainkan karena sinergi antara pemain dan pendukung fanatik mereka.
“Kami bermain terlalu lambat di babak pertama. Itulah mengapa kami melakukan perubahan nyata di waktu istirahat. Di babak kedua, energi stadion benar-benar membantu kami. Signal Iduna Park menyelesaikan sisanya,” ujar Niko Kovac, Pelatih Kepala Borussia Dortmund dikutip dari BVB.
Dengan kemenangan heroik ini, Dortmund kini mengoleksi poin krusial untuk terus menempel ketat pemuncak klasemen. Setelah jeda internasional nanti, ujian berat sudah menanti saat mereka harus bertandang ke markas VfB Stuttgart. (*)
Hasil Lainnya Bundesliga :
- Mainz vs Eintrach Frankfurt: 2-1
- Freiburg vs St Pauli: 1-2
Baca juga :





