St. Petersburg, Rusia – Jeda internasional FIFA Series 2026 menyuguhkan drama lapangan hijau, yang penuh kejutan dari dua belahan Eropa.
Di tengah dinginnya St. Petersburg, Rusia harus puas berbagi skor kacamata 0-0 dengan Mali, sementara di Liverpool, ambisi Skotlandia untuk berpesta harus kandas setelah ditundukkan secara tipis 0-1 oleh Pantai Gading dalam laga persahabatan yang berlangsung ketat.
Kedua pertandingan ini menjadi ujian krusial bagi masing-masing tim nasional, dalam mengukur kesiapan skuad mereka menghadapi turnamen internasional mendatang.
Gagal Lanjutkan Tren Positif
Tim nasional Rusia, yang baru saja menikmati kemenangan manis 3-1 atas Nikaragua beberapa hari sebelumnya, kali ini harus menghadapi tembok kokoh dari Afrika, Mali.
Bermain di depan publik sendiri di Gazprom Arena, pasukan besutan Valery Karpin gagal memecah kebuntuan sepanjang 90 menit pertandingan.
Rusia yang mendominasi penguasaan bola, tetap kesulitan menembus pertahanan Mali yang dipimpin oleh Nathan Gassama.
Meski didukung atmosfer meriah dari festival fans Yandex Pay dan penampilan musik dari Moya Michelle serta Elena Vaenga, skor kacamata 0-0 tetap bertahan hingga peluit panjang ditiup wasit asal Uzbekistan.
Skotlandia Kalah Tipis Meski Dominan

Liverpool, Inggris – Di tempat lain, ribuan suporter The Tartan Army memadati stadion di Liverpool, untuk mendukung Skotlandia menghadapi Pantai Gading.
Namun, antusiasme tinggi tersebut harus berakhir dengan kekecewaan, setelah tim asuhan Steve Clarke kalah tipis 0-1.
- Skotlandia sebenarnya memulai laga dengan sangat agresif. Christie dan McTominay berkali-kali mengancam gawang Pantai Gading yang dikawal ketat Alban Lafont.
- Namun, keasyikan menyerang justru menjadi bumerang. Lewat sebuah serangan balik cepat, Nicolas Pepe berhasil menyambar bola muntah di depan gawang setelah tembakan Elye Wahi membentur tiang.
- Kiper Scott Bain mencatatkan penampilan pertamanya untuk timnas dalam tujuh tahun terakhir, dan sempat melakukan penyelamatan krusial di menit ke-89.
Kekalahan Skotlandia dan hasil imbang Rusia memberikan pelajaran berharga bagi kedua pelatih.
Steve Clarke menyoroti penyelesaian akhir timnya yang kurang klinis, sementara Valery Karpin menekankan pentingnya kreativitas di lini tengah saat menghadapi lawan dengan pertahanan berlapis.
Pertandingan persahabatan ini membuktikan bahwa kekuatan tim-tim dari benua Afrika, seperti Mali dan Pantai Gading, tidak bisa dipandang sebelah mata di kancah global. (*)
Baca juga :





