Darah Prajurit TNI Tumpah di Lebanon, Indonesia Desak PBB Gelar Rapat Darurat!

Penghormatan Terakhir Presiden Prabowo Untuk 3 Prajurit TNI Yang Gugur Dalam Misi UNIFIL

Tangerang – Presiden Prabowo Subianto memimpin langsung prosesi penghormatan terakhir bagi tiga prajurit terbaik TNI, yang gugur saat menjalankan misi perdamaian dunia (UNIFIL) di Lebanon.

Ketiga pahlawan bangsa tersebut tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, disambut dengan suasana khidmat dan duka mendalam dari jajaran tertinggi pemerintahan serta keluarga yang ditinggalkan.

Pemerintah Indonesia tidak hanya menyampaikan duka cita, tetapi juga mengambil langkah diplomatik tegas.

Melalui Perwakilan Tetap di New York, Indonesia telah mendesak Dewan Keamanan PBB untuk segera menggelar rapat luar biasa guna menginvestigasi secara menyeluruh, insiden yang menewaskan personel penjaga perdamaian ini.

Kepulangan Kusuma Bangsa

Tepat pukul 17.20 WIB, Sabtu (04/04/26), pesawat yang membawa jenazah para prajurit mendarat di tanah air.

Di Ruang Tengah Terminal VIP Soekarno-Hatta, Presiden Prabowo berdiri memberikan penghormatan terakhir di depan peti jenazah yang dibalut bendera Merah Putih.

Adapun ketiga prajurit yang gugur dalam tugas adalah:

  1. Mayor Inf. Anumerta Zulmi Aditya Iskandar
  2. Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan
  3. Kopda Anumerta Farizal Rhomadon

Selain memberikan penghormatan secara militer, Presiden Prabowo juga menghampiri pihak keluarga satu per satu.

Kepala Negara berinteraksi langsung untuk menguatkan hati para keluarga yang kehilangan sosok tercinta demi tugas negara.

Indonesia Desak Evaluasi Total PBB

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri, Sugiono menegaskan bahwa Indonesia mengutuk keras serangan terhadap pasukan UNIFIL.

Selain tiga personel yang gugur, dilaporkan terdapat tiga prajurit TNI lainnya yang mengalami luka-luka dan saat ini masih dalam proses investigasi oleh pihak UNIFIL.

“They are peacekeeping, not peacemaking. Perlengkapan dan latihan mereka adalah untuk menjaga situasi damai, bukan untuk menciptakan perdamaian dengan kekuatan tempur. Ini adalah mandat PBB yang harus dihormati,” tegas Sugiono dalam keterangan resminya.

Atas dasar itulah, Indonesia mendorong PBB melakukan evaluasi menyeluruh, terhadap aspek keselamatan penjaga perdamaian.

Perancis, selaku penholder isu Lebanon di Dewan Keamanan PBB, telah menyetujui permintaan Indonesia untuk menggelar rapat luar biasa terkait situasi ini.

Setelah upacara persemayaman selesai, ketiga jenazah diberangkatkan ke daerah asal masing-masing untuk dimakamkan secara militer, sebagai bentuk apresiasi tertinggi atas pengabdian mereka yang telah bertaruh nyawa di wilayah konflik.

Negara memastikan bahwa pengorbanan Mayor Zulmi, Serka Ichwan, dan Kopda Farizal tidak akan sia-sia, dan perjuangan mereka akan diteruskan melalui diplomasi yang lebih kuat demi keamanan setiap personel penjaga perdamaian di masa depan. (NR)

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *