Paris, Prancis – Ambisi AS Monaco untuk memperpanjang rekor kemenangan mereka hancur berkeping-keping saat bertandang ke markas Paris FC pada pekan ke-29 Ligue 1 Sabtu (11/04/26) dinihari.
Tim asuhan Sebastien Pocognoli harus mengakui keunggulan klinis tuan rumah dengan skor telak 1-4, sebuah hasil mengejutkan yang sekaligus mengakhiri tren positif tujuh kemenangan beruntun sang Rouge et Blanc.
Tiga Gol Dalam 21 Menit
Pertandingan baru saja dimulai, namun pertahanan AS Monaco langsung terlihat rapuh menghadapi serangan kilat Paris FC.
- Jonathan Ikone membuka keunggulan tuan rumah pada menit ke-4,
- Kemudian disusul penyelesaian dingin Ciro Immobile tiga menit kemudian.
Kehadiran Presiden Dmitry Rybolovlev di tribun Stade Jean-Bouin tidak mampu membendung dominasi PFC. Puncak kesulitan Monaco di awal laga terjadi pada menit ke-21.
- Jonathan Ikone kembali mencetak gol untuk kedua kalinya, memaksa kiper Lukas Hradecky memungut bola dari gawangnya untuk ketiga kalinya.
- Meski tertinggal jauh, Monaco sempat memunculkan harapan lewat aksi Folarin Balogun yang mencetak gol di menit ke-36, sekaligus memperpanjang rekor pribadinya mencetak gol dalam tujuh laga berturut-turut.
Memasuki babak kedua, Sebastien Pocognoli mencoba melakukan perubahan taktik dengan memasukkan tenaga baru seperti Maghnes Akliouche dan bintang veteran Paul Pogba.

Monaco memang menguasai bola dan terus menekan. Namun setiap kali mereka kehilangan bola, lini pertahanan mereka menjadi sangat terekspos oleh transisi cepat Paris FC.
Alih-alih menyamakan kedudukan, Monaco justru kembali kebobolan di menit ke-72 lewat tembakan keras Luca Koleosho yang bersarang di pojok atas gawang.
Skor 4-1 bertahan hingga laga usai, memaksa Monaco pulang dengan tangan hampa dan evaluasi besar di tangan sang pelatih.
Dalam konferensi pers pascapertandingan, Manajer AS Monaco, Sebastien Pocognoli tidak bisa menyembunyikan rasa frustrasinya.
Ia menilai anak asuhnya gagal mengantisipasi intensitas permainan tuan rumah, karena terbuai rentetan kemenangan di pekan-pekan sebelumnya.
“Bukannya saya tidak memperingatkan soal sulitnya laga ini. Kami menghadapi tim yang efektif dan kami membayar harganya hari ini. Mungkin tren positif kemarin membuat kami terlalu percaya diri sehingga mengabaikan rencana yang sudah disusun,” ujar Pocognoli dengan nada kecewa dikutip dari ASM.
Kekalahan menyakitkan di Paris ini menjadi pengingat keras bagi sang Serigala Kerajaan, bahwa di liga sekelas Ligue 1, lengah sedikit berarti bencana. (*)
Baca juga :





