Jakarta – Di tengah riuh rendah derap langkah kaum urban di pusat perbelanjaan ibu kota, sebuah panggung peradaban masa depan sedang dirajut dengan sangat megah.
Bertempat di Fountain Atrium, Grand Indonesia, Jakarta, Sinar Mas Land melalui Digital Hub menggelar pameran pendidikan perdana bertajuk Sinar Mas Land World-Class Education Expo 2026 selama tiga hari penuh, pada tanggal 10 hingga 12 April 2026.
Mengusung tema besar “Grow for a Better Future”, perhelatan inovatif ini berhasil menarik perhatian lebih dari 1.000 peserta, yang berburu akses informasi komprehensif seputar peluang pendidikan global dan layanan konsultasi langsung bersama para ahli.
Inisiatif strategis ini sengaja dirancang oleh perusahaan untuk menegaskan komitmen nyata mereka dalam membangun ekosistem talenta yang adaptif (future-ready) di BSD City, sekaligus memperkuat fondasi pembangunan sumber daya manusia yang unggul demi mendukung pencapaian visi besar Indonesia Emas 2045.
Langkah konkret ini seketika mempertegas posisi BSD City bukan lagi sekadar kawasan hunian modern, melainkan magnet utama pengembangan pusat pendidikan internasional di tanah air.
Ekosistem Talenta Lewat Digital Hub
Visi besar Sinar Mas Land dalam menata masa depan generasi muda, diwujudkan secara konsisten melalui pengembangan Digital Hub.
Kawasan ini dirancang khusus untuk menjadi ruang kolaborasi dinamis yang mengintegrasikan antara proses pembelajaran, kehidupan sehari-hari, dan inovasi teknologi demi menjawab dinamika global yang terus berubah secara konvener.
Pendidikan yang berkualitas tinggi diyakini harus diperoleh secara berkesinambungan, sejak usia dini hingga jenjang perguruan tinggi.

“Melalui Digital Hub, kami secara konsisten membangun ekosistem pendidikan terintegrasi yang menghubungkan pembelajaran, kehidupan, dan inovasi guna menciptakan ruang kolaborasi yang relevan dengan kebutuhan masa depan,” ujar Irawan Harahap, CEO of Digital Tech Ecosystem & Development Sinar Mas Land.
Irawan menambahkan bahwa inisiatif ini merupakan wujud nyata perusahaan, dalam membuka akses pendidikan di BSD City sebagai World-Class Education Township yang mendorong lahirnya talenta unggul yang future-ready.
Aktivitas Edukatif & Pembicara Inspiratif
Suasana pameran selama tiga hari tersebut tidak hanya dipenuhi oleh meja-meja konsultasi formal, melainkan hidup dengan berbagai aktivitas interaktif keluarga.
Pengunjung disuguhkan dengan talk show edukatif, seminar, school performances, kelas simulasi (class experiences), kompetisi coding anak (kids coding competition), hingga lokakarya kreatif, cerita anak (storytelling), dan panggung musik langsung.
Kehadiran para pakar dan praktisi dari berbagai latar belakang profesi, juga memberikan pandangan baru yang multidimensi bagi para orang tua dan siswa.
Panggung utama pameran dipadati pengunjung berkat pemaparan materi dari sejumlah narasumber berbobot, diantaranya Ferdinand Sadeli (Deputy Group CEO Investment International Tech & Emerging Sinar Mas Land) membagikan kiat mengelola karier.
Disusul Roslina Verauli yang mengupas tuntas pola asuh anak berprestasi. Sementara itu, Agatha Chelsea mengulas pentingnya membangun masa depan dengan gairah dan perspektif global, berdampingan dengan Bagus Muljadi dari University of Nottingham yang memaparkan tantangan ilmu interdisipliner di masa depan.
Tak ketinggalan, materi seputar potensi anak oleh Sabrina Anggraini, personal branding oleh Edho Zell, serta literasi digital anak oleh Luqman Adi Prasetya Hamaki turut memperkaya wawasan pengunjung.

Keberhasilan pameran ini secara langsung merefleksikan kematangan BSD City, yang kini telah menjelma menjadi salah satu kota pintar (smart city) terintegrasi terbesar di Indonesia.
Dengan total luas kawasan mencapai lebih dari 6.000 hektare, mega township ini diproyeksikan akan menampung populasi hingga 4,5 juta jiwa pada tahun 2035 mendatang.
Kekuatan infrastruktur dan ekosistem pendidikan yang masif, menjadi pilar utama daya tarik kawasan ini. Hingga saat ini, BSD City telah menjadi rumah yang aman bagi kurang lebih 120 sekolah, 9 universitas, dan 45 institusi vokasi dengan total pelajar mencapai 75.000 orang.
Berbagai nama besar seperti Apple Developer Academy @BINUS, Prasetiya Mulya University, Unika Atma Jaya, serta jajaran sekolah internasional seperti Jakarta Nanyang School, Sinarmas World Academy, Sampoerna Academy, dan Genesis Global Community School membuktikan bahwa ekosistem ini siap mencetak generasi pemenang yang mampu membawa nilai tambah nyata bagi perekonomian nasional. (*)





