Madrid, Spanyol – Kylian Mbappe resmi menuntaskan musim kompetisi 2025/2026 dengan catatan fantastis, setelah berhasil menyabet gelar Top Skor Liga Champions dan Trofi Pichichi LaLiga secara berturut-turut untuk Real Madrid.
Penyerang asal Prancis ini mengukuhkan dominasinya di benua biru dengan membukukan total 42 gol dari 44 pertandingan di semua kompetisi, termasuk 15 gol di pentas Eropa dan 25 gol di kancah domestik.
Keberhasilan ini tidak hanya membawa trofi individu ke pelukannya, tetapi juga menegaskan bagaimana taktik agresif raksasa Spanyol itu berhasil mengoptimalkan ketajaman sang megabintang.
15 Gol di Panggung UCL
Langkah Kylian Mbappe di Liga Champions musim 2025/2026, layaknya sebuah teror menakutkan bagi barisan pertahanan lawan.
Dengan mengemas 15 gol hanya dalam 11 pertandingan, ia melesat sendirian meninggalkan para pesaing terdekatnya di Eropa.
Sebagian besar kehancuran yang diciptakan Mbappée terjadi pada fase grup, di mana ia tampil meledak-ledak dan hampir tidak bisa dihentikan.

Fleksibilitas pergerakannya di lini depan membuat tim-tim besar maupun menengah ,kehilangan cara untuk mengawalnya, guna menghadang pundi-pundi gol mematikan Mbappe.
- Fase Grup Brutal: Melesakkan 13 gol dari 7 laga, termasuk torehan dua gol (brace) ke gawang Olympique de Marseille, AS Monaco, dan Benfica.
- Hattrick & Quadruple: Mengoyak gawang Kairat Almaty dengan hat-trick, serta memborong empat gol sekaligus dalam satu laga melawan Olympiacos.
- Penentu di Fase Gugur: Melengkapi totalitas golnya dengan membobol gawang Bayern Munchen dalam dua laga babak perempat final.
- Melampaui Para Elit: Keberhasilan ini membuat Mbappe resmi melangkahi Harry Kane (14 gol), Julian Alvarez (10 gol), Gordon (10 gol), dan Kvaratskhelia (10 gol).
Penguasa Domestik & Pewaris Takhta Legenda
Dominasi Mbappe ternyata tidak hanya berlaku di level internasional. Di kompetisi domestik LaLiga, penyerang bernomor punggung 9 ini kembali membawa pulang Trofi Pichichi, setelah finis di urutan teratas daftar pencetak gol terbanyak dengan 25 gol dari 31 pertandingan.
Raihan ini membuat Mbappe sukses mengungguli Muriqi yang menguntit dengan 23 gol serta Budimir dengan 17 gol.
Dalam dua musim pertamanya berseragam Los Blancos, catatan total Mbappe telah menyentuh angka 56 gol dari 65 laga LaLiga.
Pencapaian memenangkan Trofi Pichichi selama dua tahun beruntun ini, langsung menyejajarkannya dengan nama-nama paling sakral dalam sejarah Real Madrid.
Skuad ibu kota Spanyol itu kini melihat Mbappe bersanding bersama para pendahulu legendaris seperti Alfredo Di Stefano, Ferenc Puskas, Amancio, Hugo Sanchez, dan Cristiano Ronaldo.
Atas konsistensi luar biasa ini, ia juga dinobatkan sebagai Mahou Five Star Player of the Season atau Pemain Terbaik Real Madrid Musim Ini pilihan para penggemar, melengkapi empat penghargaan bulanan yang sudah ia koleksi sebelumnya.
Suksesor Baru Pendobrak UEFA
Di balik panggung megah yang dikuasai Mbappe, Real Madrid juga menelurkan pahlawan baru di lini tengah lewat aksi impresif gelandang muda asal Turki, Arda Guler.

Skuad pemantau teknis UEFA secara resmi menobatkan Guler sebagai Breakthrough Player atau Pemain Terobosan Liga Champions edisi 2025/2026, karena kiprah luar biasanya sepanjang kompetisi Eropa.
- Kepercayaan Starter: Bermain dalam 14 pertandingan Liga Champions, di mana 13 di antaranya turun sejak menit awal.
- Kontribusi Krusial: Mengemas 2 gol penting yang dilesakkan pada laga leg kedua perempat final kontra Bayern Munchen, serta menyumbang 3 assist.
- Gelar MVP: Meraih predikat pemain terbaik saat Real Madrid menumbangkan Juventus di fase grup.
Penghargaan baru dari UEFA ini sengaja dirilis untuk menggantikan kategori Pemain Muda Terbaik (Young Player), khusus demi mengapresiasi talenta yang menunjukkan lonjakan progres paling signifikan.
Musim 2025/2026 akan selalu dikenang sebagai periode di mana Real Madrid tidak hanya mengandalkan sejarah, melainkan membangun dinasti baru yang menakutkan.
Di satu sisi, mereka memiliki Arda Guler, representasi masa depan yang dinobatkan sebagai pemain terobosan paling bersinar di Eropa berkat kreativitasnya.
Di sisi lain, ada Kylian Mbappe, sang mesin gol tanpa belas kasihan yang kini berdiri sejajar dengan para dewa sepakbola Santiago Bernabeu setelah mengamankan 42 gol.
Kombinasi antara kematangan insting predator dan ledakan darah muda ini mengirimkan pesan yang sangat jelas, bahwa perburuan gelar untuk musim-musim berikutnya baru saja dimulai. (*)
Baca juga :





