Atlanta, AS — Ada kalanya cerita terbesar di panggung sepakbola paling megah sejagat, tidak datang dari sang pemilik nomor punggung 10, melainkan dari seorang ibu tiga anak yang mengantongi peluit di saku celananya.
Sejarah baru resmi tercipta di panggung Piala Dunia FIFA 2026 ketika wasit utama Tori Penso, bersama duo asistennya Brooke Mayo dan Kathryn Nesbitt, memimpin laga Grup A antara Ceko melawan Afrika Selatan di Atlanta.
Penunjukan ofisial asal Amerika Serikat tersebut menjadi sorotan dunia, karena mereka merupakan satu-satunya trio wasit lapangan yang semuanya perempuan (all-woman crew) di sepanjang turnamen pria tahun ini.
Penampilan perdana ini mendobrak batasan gender di level sepakbola tertinggi, sekaligus menandai debut turnamen bersama yang gemilang bagi ketiganya.

Perintis Jalan Menuju Pentas Dunia
Sorotan utama pada laga di Atlanta ini tertuju kepada sosok Tori Penso. Wasit berusia 39 tahun kelahiran Florida yang lahir dengan nama Mary Victoria Hancock ini, menorehkan tinta emas sebagai perempuan Amerika pertama yang memimpin laga Piala Dunia pria.
- Rekor Fenomenal: Karier Penso melejit cepat sejak menjadi perempuan pertama dalam dua dekade yang memimpin laga MLS (2020), wasit Amerika pertama di Final Piala Dunia Wanita (2023), hingga kini menjadi satu dari dua wasit utama perempuan di Piala Dunia 2026.
- Sisi Lain Lapangan: Di luar kesibukannya mengawal laga elite seperti Olimpiade dan Piala Dunia Antar Klub FIFA, dosen universitas ini merupakan istri dari sesama wasit, Chris Penso, dan ibu dari tiga anak perempuan yang sudah diajarkan aturan offside sejak dini.
Pengorbanan di Balik Sinar Panggung

Keberhasilan melangkah ke putaran final Piala Dunia pria tidak diraih secara instan, melainkan lewat tempaan fisik yang luar biasa intensif serta pengalaman laga internasional yang sangat panjang.
Asisten Wasit, Brooke Mayo mengungkapkan bahwa penunjukan ini adalah buah manis, dari persiapan tanpa henti selama bertahun-tahun.
Menurut data US Soccer, trio pertahanan keadilan ini sebelumnya juga telah mencetak sejarah pada tahun 2025 sebagai kru perempuan pertama di Final Lamar Hunt US Open Cup antara Austin FC melawan Nashville SC.

“Saat mengejar impian, Anda bukan satu-satunya orang yang berkorban, semua orang yang Anda cintai juga ikut berkorban. Saya tahu kami mewakili sesuatu yang lebih besar dari diri kami sendiri. Tidak ada faktor pembatas bagi Anda untuk meraih impian selama Anda rela berkorban, bekerja keras, dan memanfaatkan kesempatan saat peluang itu datang,” ungkap Mayo penuh emosional dikutip dari US Soccer.
Kehadiran trio Penso, Mayo, dan Nesbitt di pinggir lapangan Atlanta mendapat gelombang apresiasi yang sangat masif dan viral dari para penggemar sepakbola di berbagai platform online.
Melalui tugas berat yang sukses diselesaikan ini, Mayo berharap visibilitas wasit perempuan yang terus didorong oleh keputusan terbaru FIFA, dapat menjadi cermin bagi jutaan anak perempuan di seluruh dunia yang sedang menyaksikan turnamen melalui layar kaca.
Ia ingin generasi muda menyadari bahwa perempuan juga memiliki kekuatan dan kemampuan yang setara, untuk memimpin di panggung olahraga terbesar milik kaum pria.
Tim Ofisial Ceko vs Afrika Selatan :
- Tori Penso (USA) – Wasit Utama
- Brooke Mayo (USA) – Asisten Wasit
- Kathryn Nesbitt (USA) – Asisten Wasit
- Campbell-Kirk Kawana-Waugh (Selandia Baru) – Wasit Keempat
- Isaac Trevis (Selandia Baru) – Cadangan Asisten Wasit
- Tatiana Guzman (Nikaragua) – Video Assistant Referee (VAR)
- Joe Dickerson (USA) – Assistant Video Assistant Referee (AVAR)
- Mohammed Obaid Khadim (UEA) – Support Video Assistant Referee (SVAR)
Baca juga :





