Vancouver, Kanada – Ada saat-saat di mana dominasi sebuah tim raksasa sempat diguncang oleh satu momen perlawanan sengit, sebelum akhirnya kelas dan kedalaman skuad berbicara untuk menutup takdir.
Pemandangan dramatis itu tersaji di BC Place Vancouver pada Sabtu (27/06/26), saat tim nasional Belgia mengamuk dan melibas Selandia Baru dengan skor telak 5-1 pada laga pamungkas Grup G Piala Dunia 2026.
Kemenangan masif ini tidak hanya mengunci status sebagai juara grup berkat keunggulan selisih gol, tetapi juga secara resmi mendepak Selandia Baru keluar dari turnamen.
Rentetan gol dari Leandro Trossard, Kevin De Bruyne, serta hantaman telat dari dua pemain pengganti, Romelu Lukaku dan Alexis Saelemaekers, menjadi pembeda kelas yang terlalu nyata bagi wakil Oseania tersebut.
Dominasi Trossard & Rekor De Bruyne
Sejak peluit pertama dibunyikan di Vancouver, Setan Merah langsung mengambil kendali penuh atas jalannya pertandingan.
Selandia Baru dipaksa bertahan sedalam mungkin, akibat gelombang serangan terstruktur yang dibangun lini tengah Belgia.

- Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-28 ketika Leandro Trossard berhasil menyontek bola di dalam kotak penalti enam yard.
- Lima menit setelah turun minum, Leandro Trossard menyambar bola muntah hasil tembakan pertamanya yang sempat diblok untuk membawa Belgia unggul 2-0.
- Pada menit ke-66, Kevin De Bruyne melepaskan tendangan mendatar yang indah dari luar kotak penalti. Gol ini menasbihkannya sebagai pemain tertua yang mencetak gol untuk Belgia di ajang Piala Dunia pada usia 34 tahun dan 363 hari.

Kehebatan performa Trossard di sepanjang laga membuatnya secara resmi dinobatkan sebagai Player of the Match. Saat ditarik keluar, De Bruyne dan Trossard mendapatkan penghormatan luar biasa berupa standing ovation dari seluruh pendukung di stadion.
Ketika Belgia merasa sudah berada di atas angin, Selandia Baru secara mengejutkan memberikan perlawanan balik yang sengit. Elijah Just melepaskan tembakan indah saat pertandingan hanya menyisakan enam menit.
Gol ketiga Just di sepanjang turnamen ini sempat mengubah peta klasemen, menjatuhkan posisi Belgia ke peringkat kedua di bawah kejaran pesaing grupnya. Merespons ancaman itu, Belgia langsung menjadi kejam.
Hanya dua menit berselang setelah gol Just, Romelu Lukaku melompat tinggi untuk menyambut bola dengan sundulan mematikan di menit ke-86, mengembalikan posisi Belgia ke puncak grup.

Alexis Saelemaekers kemudian menyempurnakan pesta gol tersebut lewat sepakan akurat pada menit ke-94 masa injury time, dan skor berakhir dengan 5-1.
Kemenangan besar ini juga menjadi hari yang sangat monumental bagi benteng terakhir Belgia, Thibaut Courtois, yang berhasil mengukir tinta emas baru di buku sejarah sepakbola negaranya.
Melalui penampilannya yang ke-18 di laga ini, Courtois resmi melewati rekor Enzo Scifo. Catatan ini menjadikannya sebagai pemain dengan jumlah pertandingan terbanyak bersama Belgia di sepanjang sejarah pergelaran Piala Dunia.

“Pasti bangga sekali, bisa punya caps terbanyak di sejarah Piala Dunia saat ini. Saya pikir kalau kami bisa sampai ke babak perempat final, peluang kami bakal bagus dan setelah itu segalanya mungkin terjadi di sepakbola. Tapi, kami bakal fokus dari laga ke laga dulu,” ujar Thibaut Courtois, Penjaga Gawang Belgia dikutip dari FIFA.
Di sisi lain, gelandang Selandia Baru, Elijah Just, mengakui dengan besar hati bahwa perbedaan kualitas individu menjadi tembok besar yang gagal mereka lompati.
“Ini mengecewakan. Jujur, sejak awal kami tahu ini bakal jadi tugas yang sangat berat, Belgia punya kualitas pemain yang luar biasa. Kami sudah mencoba segalanya dan sempat menjaga skor tetap ketat di babak pertama. Tapi begitu permainan mulai terbuka, mereka langsung menunjukkan kelasnya dan mereka memang layak untuk lolos,” ungkap Elijah Just, Gelandang Selandia Baru.
Belgia kini mengemas koper mereka menuju Seattle dengan status juara grup, dan mentalitas pemenang yang kembali terasah.
Bagi Selandia Baru, kepulangan ini terasa menyakitkan, namun amukan lima gol Belgia di Vancouver telah memberikan pelajaran berharga, tentang bagaimana kualitas klinis dari bangku cadangan mampu membunuh harapan dalam hitungan menit. (*)
Klasemen Akhir Piala Dunia 2026 :
| Pos | Tim – Grup G | Poin |
| 1 | Belgia | 5 |
| 2 | Mesir | 5 |
| 3 | Iran | 3 |
| 4 | Selandia Baru | 1 |
Baca juga :





