Atlanta, AS – Tim Nasional Republik Demokratik Kongo (RD Kongo) sukses mengukir sejarah baru setelah memastikan diri lolos ke babak gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya.
Kepastian tiket babak 32 besar ini didapat berkat kemenangan comeback dramatis 3-1 atas Uzbekistan di Atlanta Stadium.
Dua gol dari penyerang andalan Yoane Wissa dan satu gol dari Fiston Mayele sukses membalikkan keadaan, sekaligus memastikan duel akbar melawan Inggris di fase berikutnya.
Uzbekistan yang berstatus sebagai tim debutan sebenarnya memberikan kejutan instan di awal laga. Namun, ketangguhan mental serta strategi ofensif yang diterapkan skuad RD Kongo membuyarkan mimpi tim berjuluk Serigala Putih tersebut.
Kejutan Instan & Momentum Kebangkitan
Laga baru berjalan 20 detik saat publik Atlanta Stadium dikejutkan gol kilat Eldor Shomurodov. Meski gol pembuka itu dianulir wasit karena posisi offside, Shomurodov tidak membutuhkan waktu lama untuk memecah kebuntuan.
- Tepat pada menit ke-10, Eldor Shomurodov melepaskan tembakan melengkung dari sudut sempit yang gagal diantisipasi kiper lawan.
- Gol ini menjadi catatan sejarah tersendiri, karena menjadi momen pertama kalinya Uzbekistan berhasil unggul dalam pertandingan Piala Dunia.
- RD Kongo sempat merespons cepat tujuh menit kemudian melalui sepakan akurat Nathanael Mbuku.
- Sayangnya, selebrasi mereka harus tertunda lantaran wasit menganulir gol tersebut akibat adanya pelanggaran dalam proses serangan. Skor 1-0 untuk keunggulan Uzbekistan bertahan hingga turun minum.

Memasuki paruh kedua, jalannya pertandingan berubah total. Pelatih RD Kongo menginstruksikan anak asuhnya untuk tampil lebih menekan.
Hasilnya, intensitas gempuran Los Leopardos memaksa lini belakang Uzbekistan melakukan kesalahan di area terlarang.
- Menit 68 (Gol Penyeimbang): Yoane Wissa yang maju sebagai eksekutor penalti dengan tenang mengecoh kiper Abduvohid Nematov untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
- Menit 78 (Gol Kedua): Kerja sama dua pemain pengganti berbuah manis. Sepakan Meschack Elia yang terbentur pemain bertahan Uzbekistan langsung disambar Fiston Mayele untuk membawa RD Kongo berbalik unggul 2-1.
- Menit 90+1 (Gol Pengunci): Yoane Wissa menegaskan statusnya sebagai bintang lapangan (Player of the Match) dengan mencetak gol keduanya lewat penyelesaian akhir berkelas dari tepi kotak penalti.
Usai laga, Juru Taktik Uzbekistan, Fabio Cannavaro mengakui bahwa stamina anak asuhnya terkuras habis di babak pertama, akibat intensitas permainan yang terlalu tinggi.
“Saya tahu kami menghabiskan banyak energi, anak-anak berlari terlalu banyak, dan saya sempat khawatir melihat babak kedua. Tentu saja Piala Dunia ini jadi pengalaman berharga buat kami. Saya bangga karena meski harus jatuh bangun, anak-anak sudah menunjukkan kemampuan terbaik mereka,” ujar Cannavaro dikutip dari FIFA.

Sebaliknya, Pelatih RD Kongo, Sebastien Desabre memuji determinasi luar biasa dari pasukannya yang tidak panik, meski tertinggal lebih dulu.
Kemampuan merespons tekanan dengan bermain lebih ofensif menjadi kunci utama kemenangan bersejarah ini.
Keberhasilan mengalahkan Uzbekistan memastikan RD Kongo melaju ke babak berikutnya, dengan status sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik.
Sejarah baru telah tercipta, namun perayaan tidak bisa berlangsung terlalu lama karena ujian berat sudah menanti di depan mata. RD Kongo dijadwalkan akan langsung berhadapan dengan raksasa Eropa, Inggris, di babak 32 besar. (*)
Klasemen Akhir Piala Dunia 2026 :
| Pos | Tim – Grup K | Poin |
| 1 | Kolombia | 7 |
| 2 | Portugal | 5 |
| 3 | RD Kongo | 4 |
| 4 | Uzbekistan | 0 |
Baca juga :





