Dubai, UEA – Dominasi Al Nassr di kancah Asia kian tak terbendung.
Di bawah sorotan lampu stadion, raksasa Arab Saudi ini memberikan pelajaran berharga bagi Al Wasl tentang bagaimana sepakbola menyerang kelas dunia dimainkan dengan presisi dan disiplin tinggi.
Al Nassr tampil perkasa dengan melibas Al Wasl lewat skor telak 4-0 pada laga babak gugur AFC Champions League Two.
Dominasi mutlak yang ditunjukkan Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan sepanjang 90 menit, membuktikan bahwa mereka adalah kandidat terkuat juara musim ini.
Kemenangan ini memberikan modal yang sangat besar bagi Al Nassr menuju fase berikutnya, baik dari segi mentalitas maupun produktivitas gol.
Pasukan berbaju kuning-biru ini sukses mematikan perlawanan tuan rumah sejak menit-menit awal pertandingan, melalui kombinasi serangan tajam dan kontrol lini tengah yang solid.
Ronaldo Buka Jalan
Pertandingan baru berjalan 11 menit ketika megabintang Cristiano Ronaldo memecah kebuntuan.
- Gol cepat sang kapten ini langsung merusak rencana taktik Al Wasl dan memberikan momentum besar bagi Al Nassr. Tuan rumah yang terkejut dipaksa keluar dari zona nyaman mereka untuk mengejar ketertinggalan.
- Dominasi Al Nassr kian nyata setelah mereka menguasai 62% aliran bola.
- Inigo Martinez berhasil menggandakan keunggulan Al Nassr di menit ke-24.
- Tiga menit berselang, giliran Abdullah Al-Amri menceploskan bola dan menambah keunggulan tim tamu dengan memanfaatkan celah di lini pertahanan Al Wasl yang tampak rapuh.
Babak pertama ditutup dengan keunggulan nyaman 3-0 bagi tim tamu. Memasuki babak kedua, Al Nassr tidak mengendurkan tekanan sedikit pun.
Mereka terus memborong peluang dengan total 17 tembakan sepanjang laga. Pesta gol Al Nassr akhirnya ditutup dengan aksi klinis Sadio Mane pada menit ke-80.
Mantan bintang Liverpool tersebut menyempurnakan performa lini depan Al Nassr, memastikan kemenangan empat gol tanpa balas, sekaligus mencatatkan rekor pertahanan yang disiplin karena mampu menjaga gawang mereka tetap perawan.
Secara taktis, formasi 4-4-2 yang diterapkan pelatih Al Nassr bekerja dengan sempurna. Pergerakan antar lini yang cair membuat transisi dari bertahan ke menyerang berlangsung sangat cepat.
Di sisi lain, Al Wasl yang menggunakan skema 4-2-3-1 gagal berkembang karena terus-menerus kehilangan bola di area tengah.
Dengan kedalaman skuat yang mumpuni dan disiplin taktik yang tinggi, Al Nassr menunjukkan bahwa mereka bukan sekadar tim bertabur bintang, melainkan sebuah unit kolektif yang mematikan. (*)
Hasil Lainnya AFC Champions League Two :
- Al Ahli vs Al Hussein SC: 3-1
Baca juga :





