Guayaquil, Ekuador – Angin Amerika Selatan bertiup dingin pada malam terakhir babak kualifikasi Piala Dunia 2026.
Di dua tempat berbeda, Guayaquil dan El Alto, keajaiban kecil terjadi. Dua raksasa sepakbola dunia, Argentina dan Brasil, tumbang di hadapan lawan mereka.
Ini adalah malam di mana hasil tidak hanya berbicara tentang skor, tetapi juga tentang ambisi, harapan, dan sebuah mimpi yang masih hidup.
Sang Juara yang Terpeleset
Di Guayaquil, juara dunia Argentina bermain dengan tempo santai, sadar bahwa tiket ke Piala Dunia sudah di tangan.
Pelatih Lionel Scaloni mengistirahatkan Lionel Messi, sebuah keputusan yang menunjukkan kepercayaan diri pada kedalaman skuad. Namun, ketenangan itu tidak bertahan lama.
Sebuah insiden di babak pertama menjadi titik balik. Kapten pengganti, Nicolas Otamendi, diganjar kartu merah karena menjatuhkan Enner Valencia.
Pelanggaran itu berbuah penalti, dan Valencia, yang merayakan laga ke-100 bersama timnasnya, dengan tenang mencetak gol tunggal pada menit 45+13′. Gawang Argentina bergetar, dan Ekuador unggul 1-0.
Babak kedua kembali diwarnai drama. Kali ini giliran Ekuador yang harus bermain dengan 10 pemain setelah Moises Caicedo diganjar kartu merah.
Kedua tim kini bermain dengan jumlah pemain yang seimbang, namun tidak ada gol tambahan yang tercipta.
Ekuador berhasil menjaga keunggulan mereka, mengakhiri kualifikasi dengan kemenangan bersejarah atas sang juara dunia.
Kekalahan di Ketinggian

El Alto, Bolivia– Sementara itu di El Alto, Bolivia, tim raksasa lainnya Brasil juga menelan kekalahan dengan skor 0-1.
Brasil, yang juga telah memastikan tempatnya di Piala Dunia, datang dengan skuad lapis kedua. Absennya para pemain bintang seperti Neymar dan Vinicius Jr. terasa dampaknya.
Brasil hanya mampu melepaskan 10 tembakan sepanjang pertandingan, jauh berbeda dari Bolivia yang mencatatkan 23 tembakan.
Dominasi tuan rumah akhirnya berbuah manis. Pelanggaran Bruno Guimaraes di kotak terlarang berbuah penalti, dan Miguel Terceros dengan sukses mengkonversinya menjadi gol pada menit 45+4′.
Namun, bagi Bolivia, kemenangan ini jauh lebih berarti. Kemenangan ini menempatkan mereka di posisi ke-7 klasemen akhir, yang memberikan mereka tiket ke babak play-off antarkonfederasi pada Maret 2026.
Mimpi Bolivia, yang terakhir kali berpartisipasi dalam ajang Piala Dunia 1994 lalu, untuk bermain di panggung dunia masih terus hidup.
Kekalahan ini mungkin tidak memengaruhi posisi Argentina dan Brasil yang sudah lolos, namun ini menjadi bukti bahwa di sepakbola, tidak ada pertandingan yang bisa dianggap remeh.
Ekuador mendapatkan kemenangan bersejarah, sementara Bolivia berhasil menjaga mimpi mereka tetap hidup. Hasil ini menjadi pengingat bahwa dalam sepakbola, gairah dan semangat juang bisa mengalahkan nama besar. (VT)
Hasil Lainnya Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Amerika Selatan
- Peru 0-1 Paraguay
- Chili 0-0 Uruguay
Klasemen Akhir Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Amerika Selatan:
| Pos | Tim – Conmebol | Poin |
| 1 | Argentina (Lolos) | 38 |
| 2 | Ekuador (Lolos) | 29 |
| 3 | Kolombia (Lolos) | 28 |
| 4 | Uruguay (Lolos) | 28 |
| 5 | Brasil (Lolos) | 28 |
| 6 | Paraguay (Lolos) | 28 |
| 7 | Bolivia (Playoff) | 20 |
| 8 | Venezuela (Gugur) | 18 |
| 9 | Peru (Gugur) | 12 |
| 10 | Chili (Gugur) | 11 |
Baca juga :





