London, Inggris – Stadion Emirates pecah dalam kegembiraan yang belum pernah terjadi sebelumnya, setelah Arsenal berhasil menumbangkan wakil Spanyol, Atletico Madrid, dengan skor 1-0 pada leg kedua semifinal Liga Champions, Rabu (06/05/26) dinihari.
Gol tunggal sang bintang muda, Bukayo Saka, di penghujung babak pertama sudah cukup untuk membawa skuat asuhan Mikel Arteta melaju ke final dengan agregat 2-1.
Keberhasilan ini mengakhiri penantian panjang selama 20 tahun bagi The Gunners, untuk kembali mencicipi partai puncak kompetisi tertinggi antarklub Eropa sejak terakhir kali pada 2006 silam.
Laga Bersejarah di Emirates
Sejak sebelum peluit kick-off dibunyikan, atmosfer Stadion Emirates sudah terasa magis dengan balutan pyro, tifo raksasa, dan nyanyian yang memekakkan telinga.
Arsenal yang butuh kemenangan tipis tampil dominan sejak awal, meski Atletico Madrid asuhan Diego Simeone terkenal memiliki pertahanan baja.
Ketegangan sempat menyelimuti tribun, saat beberapa peluang Arsenal digagalkan oleh Jan Oblak. Momentum besar akhirnya tiba tepat pada menit ke-44.
- William Saliba mengirimkan umpan terobosan cerdik kepada Viktor Gyokeres yang lolos dari jebakan bek lawan.
- Penyerang asal Swedia itu kemudian mengirim umpan silang kepada Leandro Trossard di tiang jauh.
- Meski tendangan Trossard sempat ditepis, Bukayo Saka menunjukkan insting predatornya dengan menyelinap di antara dua bek Atletico untuk menyambar bola muntah ke dalam gawang, memicu perayaan liar di seluruh sudut stadion.
Benteng Kokoh Level Tinggi
Memasuki babak kedua, Atletico Madrid yang butuh gol untuk bertahan hidup mulai keluar menyerang dengan agresif.

William Saliba sempat melakukan kesalahan komunikasi yang membuat Giuliano Simeone hampir menyamakan kedudukan.
Namun, Gabriel Magalhaes muncul sebagai pahlawan dengan tekel sliding krusial yang menyapu bersih bola di garis pertahanan terakhir.
Sektor pertahanan Arsenal benar-benar diuji habis-habisan saat Antoine Griezmann dan Alexander Sorloth terus membombardir gawang David Raya.
Namun, koordinasi lini belakang yang solid membuat Arsenal berhasil mencatatkan clean sheet ke-30 mereka musim ini.
Keberhasilan menjaga keunggulan 1-0 hingga peluit panjang berbunyi memastikan Arsenal tetap tak terkalahkan dalam 14 pertandingan pertama mereka di Liga Champions musim ini.
Keberhasilan ini juga menempatkan Mikel Arteta dalam catatan sejarah klub, sebagai manajer termuda kedua (44 tahun 65 hari) yang memimpin Arsenal di final kompetisi besar Eropa.
Strategi Arteta yang mengandalkan talenta lokal Inggris, termasuk memainkan lima pemain Inggris sebagai starter, terbukti ampuh menyingkirkan tim berpengalaman sekelas Atletico Madrid.
Kini, satu langkah terakhir tersisa di Budapest akhir bulan ini, dan mimpi mengangkat Piala Eropa kini terasa begitu nyata, hanya seujung jari dari genggaman. (*)
Baca juga :





