Inflasi Tinggi, Harga Makan Siang di Berbagai Sekolah di Inggris Meroket!

Tahun Ajaran Baru, Orang Tua di Inggris Kaget Biaya Makan Siang Anak Naik! Efek Inflasi dan Kenaikan Asuransi Nasional

London, Ingggris — Awal tahun ajaran baru 2025/2026 menjadi kabar pahit bagi para orang tua di Inggris. Mereka harus merogoh kocek lebih dalam, untuk membayar makan siang anak-anak mereka di sekolah.

Kenaikan harga ini tak terhindarkan, setelah penyedia jasa katering kompak menyalahkan kenaikan biaya operasional yang signifikan.

Hal itu terutama disebabkan kenaikan asuransi nasional dari pemerintah, dan lonjakan inflasi harga makanan serta energi.

Para penyedia makanan sekolah kepada The Guardian menjelaskan bahwa, “Kenaikan kontribusi asuransi nasional dari pemberi kerja yang diumumkan oleh pemerintah tahun lalu, ditambah dengan inflasi harga pangan, telah menciptakan “tekanan ekstra yang signifikan” pada anggaran mereka.”

Menurut data dari Office for National Statistics (ONS), harga makanan dan minuman non-alkohol di Inggris naik 4,9% pada Juli 2025, dan kini 37% lebih mahal dibandingkan lima tahun lalu.

Kenaikan Harga & Kritik Tajam

Sejumlah sekolah di seluruh Inggris telah mengirim surat kepada orang tua, menginformasikan kenaikan harga yang tak dapat dihindari ini.

  • Coleham Primary, Shrewsbury: Biaya makan naik menjadi 2,60 Pound Sterling per hari.
  • Bridge Hall Primary, Stockport: Naik menjadi 2,73 Pound Sterling, sejalan dengan inflasi 3,1%.
  • Kingskerswell Church of England, Newton Abbot: Kenaikan tajam menjadi 2,75 Pound Sterling.

Judith Gregory, Ketua LACA, asosiasi katering sekolah menyatakan bahwa mereka telah berupaya keras untuk “melindungi keluarga dengan merampingkan menu, mengadaptasi resep, dan mencari efisiensi.” Namun, dia mengakui bahwa upaya ini tidak cukup.

“Inflasi makanan telah menaikkan biaya makan siang sekolah lebih dari 20% sejak tahun 2020. Tanpa aksi mendesak untuk menaikkan pendanaan menjadi minimal 3,45 Pound Sterling per porsi, sekolah akan terpaksa mengurangi pilihan menu, atau memperkenalkan bahan-bahan yang lebih murah,” kata Gregory dikutip dari The Guardian.

Kenaikan harga ini dikhawatirkan akan memukul keluarga berpenghasilan rendah, yang tidak memenuhi syarat untuk mendapatkan makan siang gratis.

Barbara Crowther, Manajer Kampanye Makanan Anak di Sustain, mengungkapkan bahwa “biaya sebenarnya untuk makan siang sekolah yang sehat dan berkelanjutan” kini mendekati 3 hingga 3,20 Pound Sterling per porsi.

Paul Whiteman, Sekretaris Jenderal National Association of Head Teachers (NAHT) menyuarakan kekhawatiran mendalam.

“Terkadang, makan siang sekolah adalah satu-satunya makanan bergizi yang bisa didapatkan anak dalam sehari,” ujarnya. “Jika kualitasnya menurun atau harganya naik, ini sangat mengkhawatirkan.”

Whiteman menambahkan bahwa banyak kepala sekolah kini melihat semakin banyak keluarga yang kesulitan, dan anak-anak yang hidup dalam kemiskinan.

“Sekolah tidak bisa terus-menerus menanggung kenaikan biaya ini. Bagi banyak sekolah, menaikkan biaya makan adalah satu-satunya pilihan yang tersisa,” tambahnya.

Menanggapi situasi ini, Departemen Pendidikan Inggris menyatakan bahwa pemerintah telah mengambil “langkah bersejarah untuk mengatasi masalah kemiskinan anak.”

Pemerintah akan menawarkan makan siang gratis, untuk setiap anak dari rumah tangga yang menerima kredit universal mulai tahun 2026.

Juru bicara pemerintah menambahkan bahwa program baru ini akan didanai penuh dan akan mengangkat 100.000 anak keluar dari kemiskinan.

“Untuk memastikan makanan berkualitas tinggi dan bergizi, pemerintah sedang bekerja sama dengan para ahli untuk merevisi standar makanan sekolah,” pungkasnya

Namun, para penggerak kampanye berpendapat bahwa sekolah tidak bisa menunggu selama itu. (YA)

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *