Pemalang – Jumlah korban tewas akibat tertimpa pohon beringin saat pelaksanaan salat Idul Fitri di Alun-Alun Pemalang kembali bertambah. Korban tewas kini menjadi tiga orang setelah satu korban yang sempat kritis dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit.
Korban ketiga adalah Ramani (71), warga RT 03/RW 10, Kelurahan Pelutan, Kecamatan Pemalang. Ramani mengembuskan napas terakhirnya di RSUD M Azhari setelah sempat mendapatkan perawatan intensif.
Ramani dinyatakan meninggal dunia pada pukul 14.30 WIB setelah sebelumnya berada dalam kondisi kritis. Dengan demikian, total korban meninggal akibat insiden ini berjumlah tiga orang, semuanya merupakan warga Kelurahan Pelutan, Kecamatan Pemalang.
Daftar Korban Tewas:
- Rasmono (43), warga Jalan Wijaya Kusuma, Kelurahan Pelutan, Pemalang (meninggal di lokasi kejadian).
- Anita Rahmawati (39), warga Jalan Nusa Indah, RT 08/RW 08, Kelurahan Pelutan, Pemalang (meninggal di RS Harapan Sehat).
- Ramani (71), warga Jalan Teratai, RT 03/RW 10, Kelurahan Pelutan, Pemalang (meninggal di RSUD M Azhari).
Peristiwa tragis ini terjadi pada pagi hari saat ribuan warga melaksanakan salat Idul Fitri di Masjid Agung Nurul Kalam dan Alun-Alun Pemalang, sekitar pukul 06.30 WIB. Tiba-tiba, pohon beringin besar yang sudah berusia tua tumbang dan menimpa sejumlah jemaah.
Dua orang tewas di tempat, sementara belasan lainnya mengalami luka-luka dan dievakuasi ke dua rumah sakit, yakni RS Harapan Sehat dan RS Prima Medika.
Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, menyebut bahwa pohon tumbang diduga akibat faktor usia yang sudah tua dan rapuh. “Ya ini musibah pada saat dilaksanakan salat Id di Alun-alun, dan ini masih dalam perawatan di rumah sakit korban-korbanya. Korban ada 19 orang, di dua rumah sakit di RS Harapan Sehat dan Prima Medika. Dinyatakan meninggal oleh dokter dua orang. Penyebab pohon tumbang, karena umur,” ujar Bupati Anom saat mengunjungi korban di RS Harapan Sehat, Senin (31/3/2025).
Tidak hanya sekali, pohon beringin yang sama, cabangnya kembali roboh pada siang harinya. Batang lain dari pohon tersebut roboh pada pukul 13.00 WIB dan disusul pukul 13.30 WIB. Beruntung, saat kejadian tidak ada aktivitas warga di bawahnya sehingga tidak ada korban jiwa tambahan.
Kapolres Pemalang, AKBP Eko Sunaryo, membenarkan insiden tersebut dan menyatakan bahwa pihaknya telah memperluas area garis polisi di sekitar lokasi untuk menghindari insiden serupa.
“Iya, roboh lagi. Kami langsung memperluas garis polisi di lokasi untuk mengamankan area dan mencegah warga mendekat,” kata AKBP Eko Sunaryo. (Ep)