Kiper Pahlawan & Mental Juara: Crystal Palace Tundukkan Liverpool di Community Shield!

Kisah Juara yang Mengguncang London, Drama Adu Penalti Bawa Crystal Palace Raih Community Shield Pertama Bagi Mereka

London, Inggris — Di bawah langit Wembley yang penuh sejarah, sebuah kisah underdog kembali terukir.

Setelah menumbangkan raksasa Manchester City di final Piala FA musim lalu, Crystal Palace datang dengan semangat yang sama untuk menantang juara Liga Inggris, Liverpool, dalam ajang Community Shield 2025.

Pertandingan ini bukan sekadar perebutan trofi, melainkan panggung pembuktian bagi The Eagles, yang akhirnya berhasil mengguncang dunia sepakbola Inggris sekali lagi.

Pertandingan yang berjalan dramatis ini seakan menjadi cerminan tekad juang Crystal Palace. Meskipun sempat tertinggal dua kali, mereka tak pernah menyerah.

Skor imbang 2-2 di waktu normal memaksa pertandingan berlanjut ke babak adu penalti, sebuah panggung di mana mereka kembali menunjukkan mental baja.

Perjuangan Tanpa Henti 

Drama sudah dimulai sejak menit awal. The Reds, sang penguasa Premier League langsung tancap gas, sejak peluit ditiup wasit di awal pertandingan.

  • 4′ GOL (Liverpool): Baru empat menit laga berjalan, Liverpool langsung unggul lebih dulu lewat gol indah. Hugo Ekitike menjadi nama pertama dalam papan skor, setelah ia berhasil menembus lini pertahanan Crystal Palace, dan melengkungkan tendangan rendah menuju dalam gawang Dean Henderson.
  • 17′ GOL Penalti (Crystal Palace): Palace menyamakan kedudukan melalui titik putih, setelah diberikan hadiah tendangan penalti karena Ismaila Sarr dijatuhkan oleh Virgil van Dijk di dalam kotak penalti Liverpool. Jean-Philippe Mateta maju sebagai eksekutor, dan berhasil menembus gawang Liverpool setelah Alisson gagal memprediksi arah tendangannya.
  • 21′ GOL (Liverpool): Namun The Reds yang mulai menyadari ancaman Crystal Palace, langsung memberikan balasan empat menit kemudian dan kembali memimpin skor. Umpan cerdas dari Dominik Szoboszlai dimanfaatkan oleh Jeremie Frimpong untuk melambungkan bola ke gawang Dean Henderson. Skor 2-1 bagi Liverpool bertahan hingga turun minum.
  • Meskipun tertinggal satu gol, Crystal Palace tetap menunjukkan tekad mereka dan akhirnya kembali menyeimbangkan keadaan di babak kedua laga.
  • 77′ GOL (Crystal Palace): Saat harapan mulai memudar, Adam Wharton melepaskan umpan terobos menuju arah kotak penalti Liverpool yang berhasil dikejar oleh Ismaila Sarr. Sarr pun dengan tenang mencungkil bola melewati Kiper Alisson, dan menuju ke gawang sehingga membuat skor kembali imbang 2-2 dan bertahan hingga akhir laga.
  • Setelah 2×45 menit yang menegangkan, dan skor masih menunjukkan hasil imbang 2-2, pertandingan ini pun berlanjut hingga babak tambahan waktu. Kedua tim saling jual beli serangan di babak tambahan, tetapi tak ada gol yang tercipta.
  • Akhirnya pertemuan antara kedua kubu itupun dilanjutkan, dan memasuki babak yang paling menegangkan, yaitu adu penalti.
Foto: Dok. Crystal Palace

Henderson Kembali Jadi Pahlawan

Babak adu penalti menjadi panggung bagi Dean Henderson untuk kembali menunjukkan aksi heroiknya, seperti saat ia mengantarkan Crystal Palace juara Piala FA.

  • Liverpool mendapat kesempatan untuk memulai adu penalti. Mohamed Salah, penendang pertama Liverpool, secara mengejutkan gagal. Tendangannya melebar jauh di atas mistar.
  • Dengan kesempatan untuk mengambil keunggulan pertama di tangan mereka, Crystal Palace mengirim Jean-Philippe Mateta sebagai penendang pertama mereka, dan berhasil membawa Palace unggul 1-0.
  • Kini setelah tertinggal, Liverpool memberikan kepercayaan mereka kepada Alexis Mac Allister. Sayangnya, Max Allister pun juga gagal menembus gawang Crystal Palace, setelah tendangannya ditepis dengan gemilang oleh Dean Henderson.
  • Eberechi Eze yang maju sebagai penendang kedua Crystal Palace, juga gagal melebarkan keunggulan Palace setelah Alisson berhasil menghadang tendangannya. Skor kini masih menunjukkan 1-0 dan membuka asa bagi The Reds.
  • Liverpool mendapat harapan ketika penendang ketiga mereka, Cody Gakpo mampu melewati Dean Henderson dan untuk sementara berhasil menyamakan skor menjadi 1-1.
  • Ismaila Sarr, sebagai eksekutor ketiga kembali membuat Palace memimpin, dan mengubah skor menjadi 2-1.
  • Aksi heroik Henderson berlanjut dengan menepis tendangan lawan. Memasuki penendang keempat, Dean Henderson kembali menjadi dinding kokoh gawang Crystal Palace. Kali ini, Harvey Elliott menjadi korbannya. Skor pun masih menunjukkan 2-1 dan menjaga keunggulan Palace.
  • Sayangnya, Crystal Palace gagal memanfaatkan kesempatan emas mereka, ketika Borna Sosa gagal setelah tendangannya menghantam mistar gawang. Meskipun demikian, Palace masih unggul 2-1.
  • Adu penalti pun memasuki fase penentuan dengan penendang kelima. Dominik Szoboszlai bertugas untuk tetap menjaga Liverpool di lomba adu penalti, sebuah tugas yang berhasil dilaksanakan dan menyamakan kedudukan menjadi 2-2.
  • Tiba saatnya bagi Justin Devenny, penendang terakhir Crystal Palace, untuk menentukan nasib. Di bawah tekanan besar, Devenny menendang bola ke sudut kanan atas gawang, dan GOOL! Crystal Palace keluar sebagai juara Community Shield dengan skor adu penalti 3-2. Devenny membawa Palace berpesta menuju trofi Community Shield pertama mereka.
Crystal Palace Juara Community Shield lewat adu penalti 3-2 melawan Liverpool – Foto: Dok. Crystal Palace

Baca juga : 

Dalam euforia kemenangan, Pelatih Crystal Palace, Oliver Glasner mengungkapkan rahasia motivasi timnya.

“Saya menunjukkan kepada para pemain sebuah video sebelum kami pergi ke Wembley, tentang kebahagiaan para penggemar setelah memenangkan Piala FA. Kami menyebutnya penghargaan emosional, para pemain pantas mendapatkannya hari ini dan para penggemar kami juga pantas mendapatkannya, karena mereka selalu mendukung kami dari awal hingga akhir, bahkan saat kami tertinggal,” Ujar Glasner dikutip dari Situs Resmi Crystal Palace.

Dean Henderson – Foto: Crystal Palace

Kiper Dean Henderson, yang lagi-lagi menjadi pahlawan dalam adu penalti, juga mengungkapkan kegembiraannya kepada TNT Sports.

“Emosi ini luar biasa. Anda mungkin berpikir mereka sudah unggul 2-1 dan kami tersingkir, tetapi para pemain tetap bertahan. Manajer bilang kami akan dapat peluang di babak kedua lewat transisi, dan kami berhasil. Kami bertahan, bertahan dengan baik, dan pada akhirnya kami memang pantas mendapatkannya,” ungkap Henderson.

Kemenangan ini menjadi catatan emas kedua bagi Crystal Palace dalam sejarah mereka, setelah berhasil keluar sebagai juara usai menumbangkan salah satu raksasa sepakbola Inggris.

Setelah pertandingan ini, kedua tim akan mempersiapkan diri untuk Liga Inggris musim 2025/2026. Liverpool akan menjamu Bournemouth, sementara Crystal Palace akan kembali menghadapi tantangan berat melawan juara Dunia, Chelsea. (VT)

Baca juga : 

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *