Liverpool, Inggris – Aroma persaingan klasik terasa begitu kental di Anfield pada saat Liverpool menjamu Chelsea dalam lanjutan Premier League.
Meski kedua tim tampil menyerang sejak menit awal, laga berakhir dengan skor imbang 1-1. Ryan Gravenberch sempat membawa The Reds unggul cepat, sebelum akhirnya Enzo Fernandez menyamakan kedudukan.
Pertandingan ini menjadi saksi betapa tipisnya jarak antara kemenangan dan hasil imbang, di mana teknologi VAR serta tiang gawang berkali-kali menggagalkan terciptanya gol penentu bagi kedua belah pihak.
Awal Sempurna & Respon Cerdik
Liverpool memulai laga dengan intensitas tinggi di depan 60.429 pasang mata. Hanya butuh enam menit bagi publik Anfield untuk bersorak.
- Ryan Gravenberch, menerima umpan dari Rio Ngumoha, melepaskan tembakan melengkung yang sangat akurat ke pojok gawang Filip Jorgensen.
- Gol ini seolah memberikan sinyal bahwa tuan rumah akan mendominasi jalannya pertandingan di laga kandang kedua terakhir mereka musim ini.
- Namun, Chelsea bukan tanpa perlawanan. Di bawah komando Cole Palmer, The Blues perlahan mulai merangsek. Menit ke-35 menjadi petaka bagi pertahanan Liverpool.
- Enzo Fernandez melepaskan tendangan bebas rendah yang cerdik dari sisi kanan. Bola yang meluncur deras gagal dihalau siapapun dan bersarang di pojok bawah gawang Giorgi Mamardashvili.

Skor 1-1 bertahan hingga turun minum meski intensitas serangan terus meningkat. Babak kedua berubah menjadi panggung drama teknologi.
Chelsea sempat mengira mereka telah berbalik unggul melalui Cole Palmer, namun VAR membatalkan gol tersebut karena Marc Cucurella dianggap terjebak offside dalam proses serangan.
Tak berselang lama, giliran Liverpool yang meradang; Curtis Jones sukses menyundul bola ke dalam gawang.
Namun asisten wasit dengan sigap mengangkat bendera karena Cody Gakpo sudah berada di posisi terlarang sebelum memberikan umpan. Meski ada tambahan waktu tujuh menit yang mendebarkan, skor akhir tetap imbang 1-1. (*)
Baca juga :





