Sunderland, Inggris – Upaya Arsenal untuk mencatatkan rekor klub berupa 11 kemenangan beruntun di semua kompetisi harus kandas secara menyakitkan.
Bertandang ke markas Sunderland, The Gunners dipaksa bermain imbang 2-2 setelah gol penyama kedudukan dari striker Sunderland, Brian Brobbey, bersarang di jala David Raya pada menit ke-93.
Sempat tertinggal 1-0, The Gunners berhasil membalikkan keadaan menjadi 2-1 melalui gol indah Bukayo Saka dan Leandro Trossard.
Namun dua poin penting terlepas dari genggaman, karena ketidakmampuan membendung drama menit akhir.
Hasil ini sekaligus menghentikan rekor fantastis Arsenal dalam mencatatkan delapan clean sheet berturut-turut di semua kompetisi.
Babak Pertama Lesu
Awal pertandingan di kandang The Black Cats berlangsung lambat, diwarnai beberapa jeda cedera yang mengganggu ritme.
- Arsenal kesulitan mencatatkan tembakan akurat, meski Declan Rice sempat mengancam lewat tendangan bebas.
- Momen buruk pun datang di menit ke-35, Setelah Dan Ballard berhasil memanfaatkan umpan balik dari Nordi Mukiele. Tendangan keras Ballard menaklukkan Raya, mencetak gol pertama yang bersarang ke gawang Arsenal.
Kebangkitan Saka & Roket Trossard

Arsenal menunjukkan reaksi yang dibutuhkan di babak kedua. Hanya Delapan menit setelah restart, mereka berhasil menyamakan kedudukan.
- Menit 53: Umpan Merino disambut Bukayo Saka yang menusuk di tiang dekat. Dengan tenang, Saka melepaskan tembakan kencang melewati Roefs untuk mengubah skor menjadi 1-1.
- Menit 73: Momentum sepenuhnya menjadi milik Arsenal. Setelah Zubimendi dan Eze nyaris mencetak gol, keunggulan yang layak didapatkan akhirnya tiba. Leandro Trossard yang menerima bola dari Zubimendi di sayap, langsung melepaskan tembakan roket kaki kanan yang melesat ke sudut atas gawang!
- Gol indah dari luar kotak penalti ini, yang pertama dicetak Trossard untuk Arsenal, membawa The Gunners memimpin 2-1.
Ketika waktu tambahan tujuh menit diumumkan, Arsenal berusaha keras untuk mempertahankan keunggulan. Namun, nasib berkata lain.

- Menit 90+3: Di waktu tambahan Sunderland melancarkan serangan terakhir. Dan Ballard mengirimkan umpan ke area penalti.
- Dalam situasi perebutan bola, Brian Brobbey, striker Sunderland berhasil menyentuh bola terakhir dan mengaitkannya ke gawang. Skor berubah 2-2 yang bertahan hingga akhir laga.
Sunderland kini dikenal sebagai tim dengan gol menit ke-90 terbanyak musim ini (5 gol), menegaskan reputasi mereka sebagai tim yang berbahaya hingga peluit akhir.
Kegagalan meraih hasi positif ini, mengakhiri rekor kemenangan beruntun Arsenal melawan tim promosi (14 kemenangan beruntun), dan menjadi pelajaran penting menjelang periode paling berat musim ini.
Setelah jeda internasional terakhir pada 2025, Arsenal harus segera mengalihkan fokus karena serangkaian pertandingan besar telah menunggu.
Pada North London Derby pertama musim ini, The Gunners akan melawan Tottenham Hotspur yang juga berhasil menahan imbang Manchester United.
Selanjutnya Arsenal akan menjamu Bayern Munich di Liga Champions, dan bertamu ke Chelsea di Stamford Bridge. Jadwal padat ini menuntut The Gunners segera mengolah hasil imbang yang pahit ini, menjadi motivasi besar. (*)
Baca juga :





