Lisbon, Portugal – Stadion Alvalade bergemuruh. Sporting CP menunjukkan alasan mengapa mereka dijuluki “Sang Singa” yang lapar akan gelar.
Hanya butuh waktu 16 menit bagi Luis Suarez untuk menghancurkan rencana matang Estoril dan memastikan Sporting tetap menempel ketat FC Porto di puncak klasemen Primeira Liga.
Kemenangan telak 3-0 ini bukan sekadar tiga poin, melainkan pesan ancaman bagi rival-rival mereka.
Suarez Menghentikan Waktu
Banyak yang memprediksi Estoril, di bawah racikan taktik Ian Cathro, akan memberikan perlawanan sengit. Namun, sepakbola terkadang ditentukan oleh insting pembunuh.
Luis Suarez, penyerang tengah asal Kolombia, membuktikan hal itu.
- Laga baru berjalan enam menit, dengan memanfaatkan umpan manja dari Francisco Trincao, Suarez melepaskan tembakan yang membuat kiper lawan tak berkutik.
- 10 Menit kemudian, Suarez yang mendapat assist dari Morten Hjulmand, menggandakan keunggulan Sporting.
Sejak menit ke-16, laga seolah sudah usai. Sporting unggul 2-0, dan Estoril kehilangan taringnya. Setelah unggul dua gol, pelatih Rui Borges menunjukkan kecerdikannya.

Menyadari adanya jadwal neraka pekan depan melawan Porto di semifinal Piala Portugal dan Braga di Liga, Sporting menurunkan tempo permainan. Mereka memilih mode cruise control. Di sinilah peran Hidemasa Morita menjadi vital. Gelandang asal Jepang itu tampil seperti dirigen orkestra. Ia mengatur irama, memutus serangan, dan memastikan penguasaan bola tetap berada di kaki pemain Sporting.
Estoril sempat mencoba membalas lewat upaya Rafik Guitane, namun Rui Silva di bawah mistar gawang Sporting masih terlalu tangguh untuk ditaklukkan.
Pertandingan ditutup dengan manis oleh Daniel Braganca yang masuk sebagai pemain pengganti, ia melakukan dribel individu yang menawan sebelum menyarangkan bola ke gawang di masa injury time.
Skor 3-0 menjadi akhir yang adil bagi dominasi total sang tuan rumah. Kemenangan ini memastikan selisih poin dengan FC Porto tetap terjaga di angka empat poin.
Dengan moral yang membumbung tinggi, Sang Singa kini menatap Lisbon Derby dan laga krusial lainnya dengan kepercayaan diri penuh. (*)
Baca juga :





