Roma Meraup Kemenangan Telak Dalam Reuni Legenda I Lupi!

Serie A: Roma Rebut Tiga Poin Dari Genoa Berkat Sumbangan Gol Soule, Kone, & Ferguson

Roma, Italia – Pertemuan antara AS Roma dan Genoa, pada Selasa (30/12/25) bukan hanya sekedar laga penutup tahun bagi kedua tim tersebut.

Stadio Olimpico menjadi panggung reuni emosional Roma dengan salah satu legenda mereka, Daniele De Rossi, yang saat ini menjabat sebagai pelatih Genoa.

De Rossi menghabiskan sebagian besar karirnya sebagai seorang pemain bersama I Lupi, yang ia bela selama 18 tahun. Usai menutup perjalanannya di Boca Juniors pada 2020 lalu, De Rossi ditunjuk sebagai pelatih Roma pada Januari 2024.

Namun, akibat performa buruk Roma pada awal musim 2024/25, De Rossi dilepaskan dari posisinya pada September 2024. Lalu, pada November tahun ini, mantan pemain timnas Italia tersebut diumumkan sebagai pelatih baru Genoa.

Sayangnya bagi De Rossi, reuni ini berakhir dengan hasil pahit, setelah Genoa dihantam habis oleh klub lamanya dengan skor telak 3-1.

Roma, yang ingin mengobati luka pahitnya usai kekalahan sebelumnya di tangan Juventus, tidak membuang waktu untuk membuka laga dan langsung meraup keunggulan 2-0 dalam 20 menit pertama waktu pertandingan.

  • 14’: Upaya Johan Vasquez untuk menangani sebuah bola lambung dari Roma justru membantu Matias Soule, yang menerima bola di dalam kotak penalti dan sukses mengalahkan kiper Daniele Sommariva.
  • 19’: Tidak lama kemudian, Manu Kone mendapat gilirannya di papan skor. Tembakan Kone, yang menyelip melewati kerumunan pemain Genoa, sempat menyenggol kaki Morten Frendrup, sebelum akhirnya menemukan jaring gawang.
AS Roma vs Genoa – Foto: Dok. AS Roma

Pasukan I Lupi lantas mengambil alih jalan pertandingan dengan penuh gaya. Genoa jelas masih memiliki kesempatan untuk menyamakan kedudukan, namun dengan tempo permainan Roma yang cukup ganas, sang tamu menghabiskan sebagian besar waktunya di bawah tekanan tuan rumah.

Pada akhirnya, harapan Genoa untuk menyelamatkan dirinya mendapat pukulan keras ketika Roma mengukir gol ketiganya, tepat setelah setengah jam waktu pertandingan.

  • 31’: Kali ini, gol Roma datang berkat kesalahan fatal Ruslan Malinovskyi, yang tidak sengaja memberikan bola kepada Soule di dalam daerah berbahaya, setelah ia ditekan oleh pengawalnya.
  • Tembakan Soule dari jarak dekat masih bisa ditangkis oleh sang kiper, tetapi untungnya, Evan Ferguson bereaksi cepat dan langsung menendang bola muntah tersebut ke dalam gawang.

Dengan keunggulan tiga gol tanpa balas saat memasuki jeda turun minum, kemenangan sudah terlihat jelas berada di tangan Roma. Harapan Genoa, yang sejak awal sudah terlihat kecil, kini hampir musnah.

Babak kedua pun berjalan dengan cukup serupa. Roma memiliki kekuasaan total di tengah lapangan, dan bahkan hampir melebarkan selisih skor menjadi 4-0. Di sisi lain, semangat pertarungan Genoa hampir hilang dan kini para pendatang hanya menunggu bunyi peluit terakhir.

Meskipun demikian, Genoa setidaknya memiliki kesempatan dalam penghujung pertandingan untuk mencatat sebuah gol hiburan.

  • 87’: Tendangan voli Jeff Ekhator, yang menyambut sebuah bola liar yang terbang tinggi, sukses menggetarkan gawang I Lupi usai memantul dari gelandang Roma, Niccolo Pisilli.

Gol tersebut menjadi aksi papan skor terakhir dalam pertemuan ini. Berkat hasil pertemuan ini, Roma kembali menempatkan dirinya di posisi keempat dalam klasemen Serie A, yang sebelumnya diduduki oleh Juventus.

Pelatih Roma, Gian Pierro Gasperini (kiri) dan Daniele De Rossi (kanan) – Foto: Dok. AS Roma

Akan tetapi, situasi di tengah lapangan usai akhir pertandingan dilanda oleh atmosfer pahit manis. Stadio Olimpico dan Roma menggelar sebuah sambutan hangat bagi Daniele De Rossi, namun pada akhirnya, mantan kapten I Lupi tersebut harus menyaksikan Roma mempermalukan tim asuhannya.

Usai melakukan putaran kehormatan di lapangan, De Rossi berbicara mengenai hasil pahit yang ditelan oleh timnya.

“Di dalam hati saya marah, ini membuat frustrasi karena saya tidak menyukai penampilan yang kami tunjukkan.” ucap De Rossi kepada DAZN.

“Perasaan itu masih tetap ada meskipun sudah mengucapkan selamat tinggal (kepada Roma), meskipun ada dukungan dari para penggemar saya, dari mantan penggemar saya, dari mantan pemain saya (di Roma),”

Kini, Roma akan mengambil sedikit waktu untuk beristirahat dan menikmati tahun baru. Setelah itu, perjuangan I Lupi kembali dilanjutkan dengan sebuah kunjungan menuju markas Atalanta. (VT)

Baca juga :

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *