Lisbon, Portugal – Stadion Jose Alvalade menjadi saksi bisu sebuah drama kepulangan yang sempurna.
Sporting CP tidak hanya berhasil mengamankan tiga poin krusial usai melibas Casa Pia 3-0, tetapi juga merayakan kembalinya sang “anak hilang”, Daniel Bragança, ke lapangan hijau setelah setahun bergelut dengan cedera panjang.
Kemenangan ini membuat skuad asuhan Rui Borges sukses memangkas jarak menjadi empat poin dari pemuncak klasemen, Porto. Tekanan kini berpindah ke tangan sang rival, yang baru akan bertanding melawan Vitoria.
Sang Penghancur Dari Mozambik

Pertandingan dimulai dengan intensitas tinggi. Kehadiran Geny Catamo yang baru saja kembali dari tugas negara di Piala Afrika (AFCON), langsung memberikan dampak instan.
Pemain sayap lincah ini menjadi momok menakutkan bagi pertahanan Casa Pia yang dipimpin pelatih baru mereka, Alvaro Pacheco.
- Kebuntuan pecah di menit ke-38. Melalui skema serangan yang tertata rapi, Geny Catamo berhasil menyelesaikan umpan matang dari Trincao.
- Tak butuh waktu lama bagi Geny Catamo untuk menggandakan keunggulan. Pada menit ke-43, ia kembali mencatatkan namanya di papan skor setelah mengonversi umpan jauh presisi dari Gonçalo Inacio menjadi gol indah.
Momen Emosional Bragança
Meski Catamo tampil gemilang, sorakan paling menggelegar di Alvalade pada laga itu pecah pada menit ke-65.
Daniel Bragança, gelandang kreatif kesayangan publik Lisbon, masuk ke lapangan sebagai pemain pengganti. Ini adalah penampilan pertamanya setelah absen hampir satu tahun akibat cedera parah.
- Seolah sudah ditakdirkan, Bragança hanya butuh waktu 12 menit di lapangan untuk mencetak gol.
- Memanfaatkan assist dari Luis Suarez pada menit ke-78, ia menceploskan bola yang sekaligus mengunci kemenangan 3-0. Gol ini bukan sekadar statistik, melainkan simbol ketangguhan mental seorang atlet.
Pada pertandingan itu Sporting mencatatkan 60,6% penguasaan bola dengan 16 percobaan tembakan.

Selain kalah kelas, Casa Pia harus bermain dengan 10 orang di menit ke-89 setelah Claudio Mendes Vicente diganjar kartu merah.
Kemenangan atas Casa Pia mungkin terasa seperti “rutinitas” bagi Sporting, namun jadwal berikutnya adalah cerita yang berbeda. Alvalade akan kedatangan tamu agung, Paris Saint-Germain (PSG).
Sang juara Eropa tersebut akan menjadi ujian sesungguhnya bagi konsistensi lini belakang Sporting, dan ketajaman lini serang mereka di panggung Liga Champions.
Kini, dengan api yang menyala di Lisbon, sang “Singa” telah siap untuk mengaum di hadapan raksasa Paris. (*)
Baca juga :





