London, Inggris – Strategi chip penalti alias ‘Panenka’ biasanya jadi cara paling keren buat pamer mental. Tapi bagi Dango Ouattara, itu justru jadi awal bencana.
Di bawah lampu benderang London Stadium, Selasa (10/03/26) dinihari, West Ham United membuktikan bahwa ketenangan adalah kunci untuk bertahan hidup di drama babak kelima Piala FA.
Mereka menang penalti 5-3 atas Brentford, setelah bermain imbang 2-2 dan melewati laga yang melelahkan sepanjang 120 menit.
Balas Dendam 2 Bomber
Sejak peluit pertama dibunyikan, pertandingan ini sudah terasa seperti final. Tidak ada kata “santai”.
- Jarrod Bowen membuka keunggulan di menit ke-19 lewat sontekan cerdik.
- Namun kegembiraan fans The Hammers hanya bertahan sembilan menit sebelum Igor Thiago menyamakan kedudukan menggunakan dadanya.
- Drama VAR sempat memihak tuan rumah ketika Jarrod Bowen mencetak gol keduanya lewat titik putih.
- Tapi, Brentford adalah tim yang keras kepala. Menjelang akhir waktu normal, giliran Igor Thiago yang membalas lewat penalti setelah kemelut yang melibatkan Summerville.
Skor 2-2 memaksa kedua tim bertarung hingga paru-paru mereka terasa mau pecah di babak tambahan.
Akhir Penantian 10 Tahun
Setelah 120 menit tanpa pemenang tambahan, drama berpindah ke titik putih. Di sinilah mentalitas berbicara.
Ketika algojo West Ham menembak bola dengan kekuatan penuh, Dango Ouattara mencoba melakukan aksi berisiko dengan mencungkil bola.
Alphonse Areola yang sudah “belajar” lewat risetnya, hanya berdiri diam dan menangkap bola dengan mudah—sebuah momen yang membuat seisi stadion bergemuruh.

Dinos Mavropanos akhirnya menjadi penutup cerita. Dengan satu tendangan geledek ke pojok atas gawang, ia mengirim West Ham ke perempat final Piala FA untuk pertama kalinya sejak tahun 2016.
Penantian panjang itu berakhir dengan pelukan hangat Pelatih West Ham, Nuno Espirito Santo kepada para pemainnya.
“Malam ini luar biasa! Anak-anak bekerja keras dan kami layak lolos,” ujar Nuno usai laga dikutip dari Situs Resmi West Ham.
West Ham kini hanya berjarak dua langkah lagi dari Wembley. Kemenangan ini bukan cuma soal lolos, tapi soal bagaimana tim ini tetap berdiri tegak meski dipaksa bermain maraton di tiga putaran terakhir.
Dengan performa konsisten (hanya dua kali kalah dalam 11 laga terakhir), pasukan Nuno siap memberikan teror bagi Leeds United di babak berikutnya. (*)
Baca juga :





