Kvaratskhelia Masuk Cuma Buat Ajarin Cara Bobol Gawang, Chelsea Dicukur PSG!

Champions League: The Blues Babak Belur di Hajar Paris Saint-Germain Lewat Brace Kvaratskheli 2-5

Paris, Prancis – Parc des Princes menyaksikan betapa “kejamnya” sepakbola menyerang Luis Enrique.

Dalam drama tujuh gol yang tersaji di leg pertama babak 16 besar Liga Champions, Kamis (12/03/26), Paris Saint-Germain (PSG) sukses mencukur Chelsea dengan skor mencolok 5-2.

Khvicha Kvaratskhelia menjadi aktor antagonis bagi The Blues, setelah masuk sebagai pemain pengganti dan mencetak dua gol pemungkas yang menghancurkan mental tim tamu

Balas Dendam Elegan

Pertandingan ini seperti roller coaster emosi bagi kedua pendukung. PSG memulai laga dengan intensitas tinggi layaknya mesin yang sudah panas sejak menit awal.

  • Bradley Barcola membuka kran gol setelah menerima umpan manja Joao Neves, ketika laga baru berjalan 10 menit.
  • Namun, Chelsea menunjukkan kelasnya sebagai mantan unggulan delapan besar fase liga. Malo Gusto kembali membuat skor imbang 1-1 di menit ke-28
  • Limat menit jelang turun minum, Ousmane Dembele membuat PSG kembali unggul 2-1
  • Tapi lagi lagi The Blues menyamakan skor usai restart, melalui Enzo Fernandez yang memanfaatkan assist Pedro Neto.

Mentalitas Tim Pejuang

Drama sesungguhnya terjadi di 15 menit terakhir. Luis Enrique memasukkan “senjata rahasianya”: Khvicha Kvaratskhelia.

Keputusan ini terbukti jenius. Kvara membantu Vitinha mencetak gol cungkil (lob), yang membuat kiper Filip Jorgensen mati kutu, dan mengubah skor 3-2.

Kvara tidak hanya menambah daya gedor, tapi ia benar-benar “membunuh” pertandingan dengan dua penyelesaian akhir yang klinis di menit-menit berdarah.

Khvicha Kvaratskhelia mencetak brace di menit ke-86 dan menit ke-90, untuk menutup laga dengan skot telak 5-2 bagi keunggulan PSG.

Paris Saint-Germain vs Chelsea – Foto: Dok. PSG

Pelatih Paris Siant-Germain, Luis Enrique tak bisa menyembunyikan kekagumannya pada mentalitas anak asuhnya. Bagi Enrique, kemenangan ini bukan sekadar soal strategi, tapi soal ketangguhan mental.

“Kami adalah tim yang tangguh (resilient), itu kata kuncinya! Kami melihat Chelsea adalah tim level tinggi, tapi kemenangan ini untuk para fans yang luar biasa,” ujar Enrique kepada PSG TV.

Ia juga memberikan peringatan keras untuk leg kedua: “Kami tidak akan ke London untuk bertahan. Mentalitas kami adalah menyerang dan layak memenangkan pertandingan.”

Kvaratskhelia, sang bintang laga itu, juga menegaskan rasa lapar timnya.

“Bahkan saat kami unggul 3-2 atau 4-2, kami selalu ingin mencetak gol lagi. Kami menang karena kami sangat menginginkannya dan bertarung sampai akhir,” ucap pemain berjuluk Kvaradona tersebut dikutip dari Situs Resmi PSG.

Dengan defisit tiga gol, Chelsea kini menghadapi gunung yang sangat tinggi untuk didaki pada leg kedua. Sementara itu, bagi Paris, kemenangan 5-2 ini adalah pernyataan bahwa pasukan tempurnya siap mati demi kemenangan.

Akankah ‘Kvara Show’ berlanjut di London, atau adakah keajaiban sisa-sisa kejayaan Chelsea di Stamford Bridge ? Tulis pendapat kalian di kolom komentar! (*)

Baca juga : 

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *