Barcelona, Spanyol – Mesir menciptakan kejutan besar dalam laga uji coba internasional setelah berhasil menahan imbang raksasa dunia, Spanyol, dengan skor kacamata 0-0.
Bertanding di Stadion RCDE, Barcelona, skuad asuhan Hossam Hassan tampil disiplin dan solid menghadapi gempuran juara Euro 2024 sekaligus tim peringkat satu dunia tersebut.
Aksi heroik kiper Mostafa Shobeir yang mementahkan peluang emas Pedri dan Fermin Lopez menjadi kunci sukses Mesir mencuri hasil bersejarah di kandang lawan, sekaligus mempertegas kesiapan mereka menuju panggung Piala Dunia 2026.
Tembok Kokoh Firaun, La Roja Frustrasi
Sejak peluit pertama dibunyikan, Spanyol langsung mencoba mengendalikan permainan melalui bintang muda mereka, Lamine Yamal.
Namun, Mesir menunjukkan bahwa mereka tidak datang untuk sekadar bertahan. Melalui taktik efisien Hossam Hassan, lini tengah yang dikomandoi Mohannad Lasheen berhasil meredam kreativitas La Roja.
Mesir bahkan nyaris unggul lebih dulu lewat tembakan jarak jauh Lasheen, dan peluang emas Omar Marmoush yang membentur tiang gawang David Raya.
Memasuki babak kedua, pelatih Spanyol Luis de la Fuente mencoba mengubah keadaan dengan memasukkan kekuatan penuh, Pedri, Rodri, dan Fermin Lopez.
Atmosfer stadion semakin memanas seiring tekanan bertubi-tubi tim tuan rumah. Namun, laga itu menjadi panggung bagi Mostafa Shobeir.
Kiper masa depan Mesir itu tampil luar biasa dengan melakukan penyelamatan krusial, termasuk menepis tendangan jarak dekat Fermin Lopez menggunakan kaki, yang membuat barisan penyerang Spanyol tampak kebingungan.
Penjaga gawang Mesir itupun menjadi Man of the Match, setelah menggagalkan sedikitnya tiga peluang emas bersih dari pemain Spanyol.

Strategi Hossam Hassan sukses membuat Lamine Yamal frustrasi, dan kehilangan banyak bola di lini depan.
Meski Hamdi Fathi menerima kartu merah di menit ke-85, Mesir tetap mampu menjaga gawangnya tetap perawan hingga laga usai.
Pasca-pertandingan, Hossam Hassan tidak bisa menyembunyikan rasa bangganya. Menurutnya, hasil imbang melawan tim nomor satu dunia bukan sekadar keberuntungan, melainkan buah dari persiapan mental yang matang.
Ia menegaskan bahwa tujuan utamanya adalah membangun identitas baru bagi sepakbola Mesir, agar mampu bersaing dengan raksasa global.
“Ini bukan sekadar laga persahabatan, ini adalah simulasi Piala Dunia. Saya bangga dengan para pemain yang mampu menjaga martabat sepakbola Mesir di tanah Eropa. Kita sedang membangun tim yang kuat untuk menulis ulang sejarah, baik di Afrika maupun di level dunia,” ujar pelatih yang dijuluki “Sang Dekan” tersebut dikutip dari EFA.
Hasil ini menjadi penutup agenda internasional dengan catatan impresif bagi Mesir, yaitu menang 4-0 atas Arab Saudi dan imbang 0-0 kontra Spanyol.
Dengan talenta seperti Omar Marmoush yang bersinar di Liga Inggris dan kepemimpinan taktis Hossam Hassan, The Pharaohs telah membuktikan bahwa mereka sanggup meredam sihir juara Eropa di hadapan ribuan pendukungnya. (*)
Hasil Lainnya International Friendly FIFA Series 2026 :
- Yunani vs Hungaria: 0-0
- Nigeria vs Yordania: 2-2
- Peru vs Honduras: 2-2
Baca juga :





