Porto, Portugal – FC Porto resmi dinobatkan sebagai juara Primeira Liga musim 2025/2026 setelah menumbangkan Alverca dengan skor tipis 1-0 di Estadio do Dragao.
Di bawah atmosfer stadion yang membara oleh kembang api dan flare para suporter, gol tunggal bek Jan Bednarek menjadi penentu keberhasilan skuat asuhan Francesco Farioli mengunci gelar nasional ke-31 mereka.
Kemenangan krusial ini sekaligus mengakhiri dahaga gelar liga sejak musim 2021/2022, menandai kembalinya “Sang Naga” ke puncak tertinggi sepakbola Portugal di bawah kepemimpinan presiden baru, Andre Villas-Boas.
Jackpot Manajerial Farioli
Keberhasilan Porto musim ini tidak lepas dari tangan dingin Francesco Farioli. Pelatih berusia 37 tahun tersebut didatangkan Villas-Boas musim panas lalu setelah sebuah “kegagalan” bersama Ajax di Eredivisie.
Namun, Villas-Boas melihat potensi revolusioner dalam metode kepemimpinan pelatih asal Italia tersebut. Terbukti, strategi Farioli mampu menyatukan skuat muda & pemain inti menjadi mesin pemenang solid sepanjang musim.
- Di lapangan, kemenangan atas Alverca diraih dengan perjuangan keras. Gol berawal dari tendangan sudut Gabri Veiga yang disambut tandukan tajam Jan Bednarek.
- Meski Alverca hampir menyamakan kedudukan di masa injury time, pertahanan disiplin yang digalang Bednarek dan Jakub Kiwior berhasil menjaga kesucian gawang Diogo Costa hingga peluit panjang berbunyi.
Salah satu kunci utama kesuksesan Sang Naga musim ini adalah departemen rekrutmen yang bekerja luar biasa.

Porto mendatangkan deretan pemain kunci seperti Gabri Veiga, Victor Froholdt, hingga meminjam Jan Bednarek dari Arsenal.
Duet Bednarek dan Kiwior di jantung pertahanan terbukti menjadi benteng baja; Porto tercatat hanya kebobolan 15 gol dalam 32 pertandingan liga musim ini.
Meskipun harus kehilangan penyerang andalan seperti Luuk de Jong dan Samu Aghehowa karena cedera ligamen lutut yang parah, kedalaman skuat Porto tetap terjaga.
Kehadiran pemain pinjaman Seko Fofana dan talenta muda berusia 17 tahun, Oskar Pietuszewski, memberikan dimensi serangan yang segar bagi tim saat para pemain utama harus menepi.
Gelar juara Primeira Liga 2025/2026 bukan sekadar trofi tambahan di lemari klub, melainkan pernyataan lahirnya era baru.
Dengan kontrak Farioli yang telah diperpanjang hingga 2028 dan mentalitas juara yang kembali merasuk ke dalam nadi setiap pemain, Sang Naga kini siap membangun dinasti yang lebih kuat di masa depan. (*)
Baca juga :





