Famalicao, Portugal – Harapan Benfica untuk terus menekan puncak klasemen harus kandas setelah ditahan imbang 2-2 oleh tuan rumah Famalicao dalam laga penuh drama di Stadion Municipal de Famalicao.
Sempat unggul nyaman dua gol lewat Andreas Schjelderup & Richard Rios di babak pertama, petaka kartu merah yang diterima kapten Nicolas Otamendi menjadi titik balik kehancuran skuat asuhan Jose Mourinho.
Hasil imbang ini tidak hanya membuat Mourinho berang terhadap kepemimpinan wasit, tetapi juga memberikan “karpet merah” bagi FC Porto untuk menyegel gelar juara Liga Portugal.
Titik Balik & Momentum Tuan Rumah
Benfica sebenarnya memulai laga dengan sangat meyakinkan. Menguasai 45 menit pertama, tim tamu langsung memimpin lewat eksekusi penalti Andreas Schjelderup dan sontekan Richard Rios.
Serangan demi serangan yang dimotori oleh Franjo Ivanovic berulang kali merepotkan barisan pertahanan tuan rumah, meski beberapa peluang emasnya dianulir offside atau disapu tepat di garis gawang.
Ketegangan mulai terasa ketika wasit mengabaikan klaim penalti kedua bagi Benfica, setelah bola menyentuh tangan bek Famalicao, Rodrigo Pinheiro.
Saat itu, keputusan kontroversial itu tampak tidak berarti karena Benfica unggul dominan. Namun, sejarah mencatat bahwa momen tersebut menjadi awal dari rangkaian ketidakpuasan yang akan meledak di penghujung laga.
- Pertandingan berubah drastis pada menit ke-55 saat kapten tim, Nicolas Otamendi, diusir keluar lapangan akibat pelanggaran keras terhadap Mathias de Amorim.
- Kehilangan jenderal lapangan tengah membuat pertahanan Benfica goyah. Famalicao yang mencium aroma kelemahan langsung bangkit menyerbu.
- Gelandang muda Portugal U-21, Mathias de Amorim, mencetak gol indah yang membakar semangat publik tuan rumah.
- Momentum tersebut akhirnya memuncak pada menit ke-78 ketika pemain pengganti Umar Abubakar berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2.
Famalicao bahkan nyaris mengunci kemenangan di masa injury time, andai sepakan jarak jauh Rodrigo Pinheiro tidak membentur mistar gawang.
Usai laga, Jose Mourinho tidak mampu menyembunyikan kemarahannya. Dalam sesi wawancara singkat, ia secara sarkastik langsung memberikan ucapan selamat kepada rival mereka.
“Saya ingin mengucapkan selamat kepada FC Porto. Mereka baru saja sah menjadi juara,” ketusnya dikutip dari Portugoal.
Mourinho menilai timnya telah dizalimi serangkaian keputusan wasit yang keliru, meski ia tetap memuji keberanian anak asuhnya yang bertarung dengan sepuluh pemain.
Benfica kini harus fokus penuh untuk mempertahankan posisi kedua, demi mengamankan tiket kompetisi Eropa musim depan.
Dengan keunggulan head-to-head atas Sporting, nasib mereka kini bergantung pada konsistensi mereka sendiri di laga-laga sisa. (*)
Hasil Lainnya Liga Portugal :
- Casa Pia AC vs Tondela: 0-1
- Braga vs Estoril: 1-1
- Rio Ave vs Gil Vicente: 0-0
Baca juga :





