Miami, AS — Tim nasional Brasil sukses mengamankan tiket kelolosan ke Babak 32 Besar Piala Dunia FIFA 2026, dengan status juara Grup C setelah melumat Skotlandia lewat kemenangan telak 3-0 tanpa balas.
Bertanding di bawah atmosfer luar biasa Stadion Miami, penyerang sayap berusia 25 tahun, Vinicius Junior, tampil memukau menjadi bintang utama lewat gelontoran dua gol. Keunggulan tim Samba disempurnakan Matheus Cunha.
Berkah Blunder & Pelayan Sempurna
Laga baru berjalan tujuh menit ketika atmosfer bergemuruh di Magic City, langsung dihentikan sebuah kesalahan fatal di barisan pertahanan Skotlandia.
- Scott McKenna, bek tengah yang menandai debut perdananya di Piala Dunia, melakukan kesalahan fatal akibat tekanan ketat pemain remaja Brasil, Rayan.
- Bola operan McKenna berhasil diblok dan menggelinding liar ke jalur lari Vinicius Junior, yang dengan dingin mengecoh kiper Angus Gunn untuk membuka keran gol Selecao.
- Meskipun Skotlandia sempat mendapatkan angin segar setelah gol kedua Vinicius sempat dianulir VAR akibat pelanggaran terhadap Jack Hendry, ketangguhan Brasil tetap tak terbendung.
- Tepat sebelum jeda babak pertama, Bruno Guimaraes mengirimkan umpan silang akurat yang melewati jangkauan tangan Gunn, memudahkan Vinicius Junior untuk menyundul bola masuk ke gawang kosong.

Dua gol yang dilesakkan Vinicius dalam laga itu tidak hanya membunuh mental bertanding lawan, melainkan juga menyejajarkannya ke dalam menara kuil para legenda. Vinicius Junior menjadi pemain Brasil kelima dalam sejarah, yang sukses mencetak gol di seluruh tiga laga fase grup Piala Dunia. Ia mengikuti jejak emas Jairzinho (1970), Romario (1994), serta duo Ronaldo dan Rivaldo (2002).
Guimaraes kembali menjadi pelayan sempurna pada menit ke-60 dengan memberikan asis matang, untuk gol ketiga yang dilesakkan Matheus Cunha ke tiang dekat gawang Skotlandia.
Atmosfer di dalam stadion Miami mencapai titik paling pekak dan emosional ketika pertandingan memasuki menit ke-76. Suporter Brasil bergemuruh hebat saat sang veteran Neymar Jr resmi dimasukkan ke lapangan hijau.
Momen ini menandai penampilan internasional pertama sang penyerang setelah absen hampir tiga tahun, sekaligus menandai keikutsertaannya di empat edisi Piala Dunia secara beruntun. Skor 3-0 bertahan hingga laga usai.

Kapten Brasil, Marquinhos memilih untuk segera mengalihkan fokus, dan meminta rekan-rekannya tidak terlena dengan pesta di Miami.
“Kami sudah mencapai target pertama kami, tapi sekarang kompetisi yang sesungguhnya baru dimulai. Ini mirip seperti Liga Champions, tidak ada gunanya finis di posisi puncak grup jika Anda tidak siap untuk laga setelahnya. Detail-detail kecil akan menjadi penentu segalanya,” pungkas Marquinhos kepada BeIN Sports.
“Anda bisa melihat sendiri bagaimana kualitas mereka di sepertiga akhir lapangan, dan kami tidak memiliki hal itu. Jujur saja, tim terbaiklah yang menang. Anda tidak boleh membuat kesalahan di level seperti ini,” tutur Pelatih Skotlandia, Steve Clarke, kepada BBC dengan nada pasrah.
Kemenangan mutlak ini membawa anak asuh Carlo Ancelotti melenggang gagah menuju Houston, untuk menantang runner-up Grup F, sekaligus melempar asa Skotlandia ke ujung tanduk.
Skotlandia kini tertahan di peringkat ketiga dengan tiga poin dan selisih gol minus tiga, sembari berharap pada keajaiban hasil pertandingan di grup lain. (*)
Klasemen Akhir Piala Dunia 2026 :
| Pos | Tim – Grup C | Poin |
| 1 | Brasil | 7 |
| 2 | Maroko | 7 |
| 3 | Skotlandia | 3 |
| 4 | Haiti | 0 |
Baca juga :





