Turin, Italia – Ada ironi yang menyakitkan, ketika dominasi penuh di atas lapangan hijau justru berujung pada kekalahan telak di depan publik sendiri.
Melakoni laga krusial pada pekan ke-37 kompetisi Serie A, Juventus dipaksa bertekuk lutut setelah ditumbangkan oleh tamunya, Fiorentina, dengan skor mencolok 0-2.
Bertanding di Stadion Allianz, skuad asuhan Luciano Spalletti sebenarnya langsung mengambil kendali permainan sejak menit awal.
Namun performa luar biasa kiper lawan, David De Gea, dan intervensi Video Assistant Referee (VAR) menggagalkan semua ambisi mereka.
Dua gol kemenangan taktis milik tim tamu masing-masing dicetak oleh Cher Ndour dan tembakan pengunci dari Rolando Mandragora, menodai perjuangan hebat Bianconeri di penghujung musim.
Kekalahan menyakitkan di kandang ini menjadi pukulan telak bagi taktik agresif Juventus, di mana efektivitas serangan balik La Viola terbukti jauh lebih mematikan meski mereka harus mengakhiri laga dengan 1 kartu merah.
Gempuran Bianconeri Dimentahkan Tembok Spanyol
Sejak peluit pertama dibunyikan, Juventus langsung memperagakan skema operan tinggi yang sangat agresif. Lini tengah Bianconeri mencoba menekan pertahanan Fiorentina demi mencari celah cepat.
Peluang bersih pertama pun langsung tercipta dari kaki Manuel Locatelli melalui tembakan spekulasi dari luar kotak penalti, namun bola yang mengarah ke tengah gawang berhasil didekap dengan mudah oleh David De Gea.

- Petaka justru datang di saat Juventus sedang asyik menyerang. Melalui sebuah skema serangan yang rapi pada menit ke-34, Cher Ndour berhasil menemukan celah longgar di lini pertahanan tuan rumah dan melepaskan tembakan yang membawa Fiorentina memimpin 1-0.
- Juventus merespons instan sebelum turun minum melalui tembakan jarak jauh Kenan Yildiz yang keras dan terarah, namun De Gea kembali terbang ke sisi kiri untuk menepis bola menjauh.
Memasuki paruh kedua, Juventus tidak menurunkan intensitas serangan demi mengejar ketertinggalan. Stadion Allianz sempat bergemuruh di menit ke-72, ketika Vlahovic menceploskan bola untuk mengubah skor menjadi 1-1.
Namun, kegembiraan publik Turin langsung sirna setelah wasit melakukan peninjauan ulang melalui sistem VAR, dan memutuskan untuk menganulir gol tersebut karena striker asal Serbia itu sudah berada dalam posisi offside.
- Keasyikan menyerang kembali meninggalkan lubang di lini belakang Juventus, yang langsung dihukum oleh Rolando Mandragora pada menit ke-83 melalui eksekusi klinis yang mengubah papan skor menjadi 2-0.
- Gol itu mengunci kemenangan bagi tim tamu, meski Fiorentina harus bermain dengan sepuluh orang setelah Luca Ranieri diganjar kartu merah oleh wasit.
Kekalahan dua gol tanpa balas di hadapan pendukung sendiri menjadi sebuah refleksi pahit, tentang batasan antara dominasi permainan dan efisiensi peluang.
Hasil ini menjadi pelajaran taktis berharga bagi proyeksi tim ke depan, sekaligus memaksa mereka segera berbenah menjelang laga penutup musim, demi mengembalikan marwah kebesaran klub di panggung tertinggi Italia. (*)
Baca juga :





