Benfica vs Sporting Imbang 1-1, Porto Siap Lebarkan Jarak Poin di Klasemen!

Liga Portugal : Derby Minim Kualitas! Benfica Rugi di Injury Time, Sporting Gagal Manfaatkan Jumlah Pemain

Lisbon, Portugal – Derbi abadi Lisbon antara Benfica dan Sporting CP berakhir tanpa pemenang setelah kedua rival raksasa tersebut saling membatalkan keunggulan dengan skor imbang 1-1 di Estadio da Luz.

Pertandingan yang diwarnai dengan ketegangan tinggi namun minim kualitas permainan ini, dibuka oleh gol cepat Pedro Gonçalves yang memanfaatkan blunder lini tengah Benfica.

Tuan rumah membalas melalui sundulan Georgiy Sudakov. Hasil imbang ini menjadikan Porto sebagai pemenang sejati, karena mereka berpotensi melebarkan jarak menjadi lima poin di puncak Liga Portugal.

Awal Gugup, Tempo Permainan Menurun

Benfica memasuki laga ini dengan kewajiban untuk memangkas jarak poin dari puncak klasemen. Namun, tekanan justru membuat tim Elang tampil gugup, dan rentan kesalahan di hadapan pendukung sendiri.

Sporting mengambil inisiatif sejak awal, membatasi permainan di separuh lapangan Benfica. Momen fatal pun tiba.

  • Pada menit ke-12, kesalahan passing dari Enzo Barrenechea di area berbahaya direbut oleh Hjulmand. Bola langsung dioper kepada Pedro Gonçalves (Pote) yang berdiri bebas tak terkawal.
  • Pote, yang tak menyangka akan mendapatkan kesempatan semudah itu, dengan tenang menceploskan bola melewati kiper Anatoliy Trubin.

Para pendukung tuan rumah mulai menunjukkan rasa frustrasi, namun aksi energik dari Richard Rios menjadi titik balik mental bagi timnya. Setelah tertinggal, Benfica perlahan mulai menemukan ritme dan niat yang lebih besar.

  • Pada menit ke-27, The Eagles berhasil menyamakan kedudukan 1-1 melalui skema serangan terorganisir pertama mereka yang berhasil.
  • Rios melepaskan umpan apik kepada Dedic. Dedic mengirim umpan silang akurat dari garis byline. Georgiy Sudakov menyambut umpan tersebut dan menyundul bola masuk setelah memenangkan duel dengan bek Sporting.

Paruh kedua permainan berubah menjadi pertarungan fisik yang scrappy dan tegang.

Kedua tim kesulitan menciptakan peluang bersih, dengan fokus lebih banyak pada tekel dan pertarungan lini tengah, membuat Rui Silva maupun Trubin jarang diuji secara serius.

Drama Kartu Merah 

Di ujung pertandingan, drama terjadi. Gelandang Benfica, Gianluca Prestianni, yang baru masuk di menit ke-81, melakukan tekel taktis namun dinilai berlebihan terhadap Geny Catamo yang tengah memimpin serangan balik.

Setelah tinjauan VAR, kartu kuning Prestianni ditingkatkan menjadi kartu merah. Dengan tujuh menit waktu tambahan tersisa, Sporting mendapat keunggulan jumlah pemain.

Namun, ironisnya tim Singa gagal memanfaatkan keunggulan ini. Pertahanan Benfica yang dikomandoi Otamendi tetap solid, mengakhiri laga dengan skor 1-1.

Hasil imbang ini mungkin terasa adil mengingat minimnya kualitas yang ditunjukkan kedua rival. Namun, secara strategis, ini adalah kerugian besar bagi ambisi juara kedua tim.

Benfica gagal memangkas jarak, sementara Sporting gagal memanfaatkan keunggulan awal dan kartu merah lawan.

Pemenang sesungguhnya adalah FC Porto, yang kini memiliki kesempatan emas untuk unggul lima poin di puncak klasemen.

Derbi Lisbon kali ini mungkin tidak dikenang karena permainan indah, tetapi akan diingat sebagai momen di mana dua rival saling menghambat, membuka jalan bagi tim ketiga untuk terbang sendirian menuju gelar. (*)

Baca juga : 

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *