Dinding Beton Mourinho! Benfica Hentikan Rentetan Kemenangan Porto Dalam Classico

Liga Portugal: Porto Ditahan Imbang Benfica Dengan Skor 0-0, Strategi Pertahanan 'The Special'

Porto, Portugal – Rekor sempurna FC Porto akhirnya patah! Setelah sembilan kemenangan beruntun yang mengesankan, FC Porto ditahan imbang Benfica 0-0 dalam laga Classico yang tegang di Estadio do Dragao.

Hasil imbang ini bukanlah kecelakaan, melainkan buah dari strategi cerdik dan disiplin pertahanan yang diracik oleh si ‘Spesial’, Jose Mourinho.

Pertandingan yang digelar jelang jeda internasional ini berakhir tanpa gol, namun sukses besar bagi The Special One.

Dengan satu poin ini, Benfica berhasil menjaga jarak dari puncak klasemen, yang masih dipegang Porto dengan keunggulan tipis tiga poin dari Sporting CP dan empat poin dari Benfica sendiri.

Perang Taktis Parkir Bus vs Agresivitas

Sejak menit pertama, duel Porto vs Benfica menjadi pertarungan filosofi. Di satu sisi ada pelatih Porto, Francesco Farioli, yang setia dengan gaya menekan tinggi (high-pressure) dan penguasaan bola (4-3-3).

Di sisi lain, Jose Mourinho (Benfica) datang dengan skema bertahan yang sangat pragmatis, memilih 4-2-3-1 klasik ala Jorge Jesus, namun dieksekusi sebagai “bus yang diparkir” (parked bus).

  • Di babak pertama, Mourinho menggunakan buang-buang waktu dan adu argumen di bench, untuk mengganggu mental tim muda Porto yang dipimpin Farioli.
  • Benfica sengaja mengandalkan kesalahan Dragons untuk melakukan serangan balik. Sementara Porto jelas mendominasi lapangan dan menciptakan peluang-peluang yang lebih berbahaya.
  • Pepe menyia-nyiakan umpan silang akurat, dan kemudian sepakan Gabri Veiga berhasil dimentahkan kiper Anatoliy Trubin berkat block heroik dari bek Antonio Silva.
  • Peluang terbaik bagi Benfica justru datang dari kesalahan Porto sendiri, ketika sapuan bola oleh Jakub Kiwior di babak kedua malah membentur mistar gawang Diogo Costa.
  • Di ujung pertandingan, Dragons kembali nyaris memecah kebuntuan. Pemain pengganti muda, Rodrigo Mora, sempat membuat penonton terkejut, namun hakim garis sudah mengangkat bendera offside.

Meski bermain di bekas markasnya, Pelatih Benfica, Jose Mourinho sama sekali tak tertarik bermain indah. Ia hanya ingin poin.

“Apa yang kami lakukan dalam hal organisasi sangat fantastis, di lapangan yang sulit, melawan tim yang sulit,” ujar Mourinho dikutip dari Portugoal.

Mourinho secara terbuka mengakui, “Kami tidak boleh tertinggal tujuh poin, [kami] tidak merasa berada dalam posisi untuk mengambil resiko demi meraih kemenangan.”

Sementara itu, Pelatih Porto, Francesco Farioli tetap bangga meskipun rentetan kemenangan timnya terhenti.

“Saya sangat senang dengan tim ini. Jelas bahwa satu tim datang ke sini bukan untuk kalah dan kami mencoba untuk menang,” kata Farioli. “Kedewasaan yang ditunjukkan para pemain di lapangan sangat fantastis. Hari ini kami bermain seperti tim yang hebat.”

Hasil imbang 0-0 ini menjadi penutup yang tegang sebelum Liga Portugal memasuki jeda internasional.

Pertandingan ini menegaskan bahwa perburuan gelar di Portugal tidak hanya ditentukan oleh siapa yang mencetak gol paling banyak, tetapi juga siapa yang mampu mengatur lini pertahanan paling solid. (*)

Hasil Lainnya Liga Portugal : 

  • Braga vs Sporting CP: 1-1

Baca juga : 

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *