Pedro Hancurkan Rekor Gabigol, Ketika Flamengo Benamkan Fluminense!

Liga Brasil: Flamengo Bungkam Fluminense 2-1, Pedro Cetak Brace di Stadion Maracana

Rio De Janeiro, Brasil –  Stadion Maracana bukan sekadar arena olahraga; ia adalah kuil tempat takdir para legenda diukir dalam peluh dan air mata.

Sore itu udara Rio de Janeiro terasa berat oleh aroma persaingan abadi, di mana setiap jengkal rumput menjadi saksi upaya Flamengo untuk menegaskan dominasi mereka atas sang rival bebuyutan, Fluminense.

Di sinilah, Pedro, sang ujung tombak Rubro-Negro, melangkah dengan ketenangan seorang algojo yang siap memahat namanya lebih dalam ke dalam sejarah klub paling dicintai di Brasil.

Penyerang tajam Pedro menjadi bintang kemenangan Flamengo setelah memborong dua gol dalam laga derby sengit melawan Fluminense yang berakhir dengan skor 2-1 di Stadion Maracana.

Kemenangan pada pekan ke-11 Liga Brasil ini tidak hanya mengamankan tiga poin krusial bagi tim asuhan Leonardo Jardim, tetapi juga mengukuhkan posisi Pedro sebagai salah satu pencetak gol tersubur dalam sejarah klub.

Dominasi Pedro & Perlawanan Pantang Menyerah

Laga baru berjalan tujuh menit ketika kesalahan kiper Fluminense, Fabio, berujung petaka.

  • Samuel Lino dengan jeli mengirim umpan satu sentuhan kepada Pedro yang, meski membelakangi gawang, mampu melepaskan tembakan kilat untuk membawa Flamengo unggul 1-0.
  • Dominasi ini berlanjut enam menit setelah turun minum, saat sundulan presisi Pedro kembali menggetarkan jala gawang lawan.
  • Dua gol ini menandai pencapaian luar biasa bagi sang pemain nomor punggung 9.
Fluminense vs Flamengo – Foto: Dok. CRF (Gilvan de Souza)

Pedro kini resmi mengoleksi 163 gol, melampaui catatan Gabriel Barbosa untuk menjadi pencetak gol terbanyak keenam sepanjang sejarah Flamengo sekaligus top skor klub di abad ke-21.

Tertinggal dua gol tidak membuat Tricolor patah arang. Sejak menit ke-76 saat Jefferson Savarino mencetak gol balasan, Fluminense terus mengepung pertahanan Flamengo.

Peluang demi peluang tercipta melalui Samuel Xavier dan Castillo, bahkan tendangan Savarino nyaris menyamakan kedudukan andai tidak mencium tiang gawang.

Meski harus bermain dengan 10 orang setelah Carrascal menerima kartu merah, soliditas lini belakang Flamengo tetap terjaga hingga akhir laga, memastikan kemenangan pertama mereka atas Fluminense.

Peluit panjang yang menggema di Maracana bukan sekadar tanda berakhirnya laga, melainkan proklamasi tentang siapa penguasa sejati Rio de Janeiro saat ini.

Flamengo tidak hanya menang, tapi memberikan pelajaran tentang efisiensi dan mentalitas juara di bawah tekanan. Bagi Fluminense, kekalahan ini adalah luka yang harus segera disembuhkan sebelum mereka kembali bertarung.

Hasil Lainnya Liga Brasil : 

  • Botafogo RJ vs Coritiba: 2-2
  • Cruzeiro vs Red Bull Bragantino: 2-1

Baca juga : 

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *