Sao Paulo, Brasil – Neo Quimica Arena menjadi panggung bagi pemecahan sejarah, yang telah disusun selama bertahun-tahun.
Di tengah atmosfer kota Sao Paulo yang mencekam oleh rivalitas, Palmeiras datang bukan hanya untuk memburu kemenangan, melainkan untuk mengukuhkan status mereka sebagai penguasa takhta Liga Brasil yang tak tergoyahkan.
Setiap operan dan tekel dalam derby ini membawa beban ribuan statistik, di mana selisih satu angka saja bisa mengubah peta supremasi sepakbola di tanah para raja.
Palmeiras berhasil mengukuhkan dominasi sejarahnya di Liga Brasil setelah bermain imbang 0-0 melawan rival abadi mereka, Corinthians, di Neo Quimica Arena.
Meski laga pekan ke-11 ini berakhir tanpa gol, tambahan satu poin cukup bagi Verdao untuk tetap nyaman di puncak klasemen dengan raihan 26 poin.
Hal itu sekaligus memecahkan rekor sebagai klub yang paling lama memimpin tabel klasemen dalam sejarah era sistem poin.
Keberhasilan ini menempatkan Palmeiras sebagai pemegang rekor absolut dengan total 132 pekan berada di posisi pertama, melampaui catatan Corinthians yang mengoleksi 131 pekan.
Dominasi ini membuktikan konsistensi luar biasa klub asal Sao Paulo tersebut, dalam persaingan kasta tertinggi sepakbola Brasil selama dua dekade terakhir.

Dominasi Mutlak Dalam Derby
Laga yang berlangsung sengit di kandang lawan ini, kembali mempertegas catatan emas Palmeiras dalam sejarah rivalitas lokal.
Palmeiras kini tetap menjadi klub dengan kemenangan terbanyak dalam sejarah Derby Sao Paulo, mengungguli semua rival utama mereka di negara bagian tersebut.
- Rekor Kemenangan: 421 kemenangan di Derby Sao Paulo, mengungguli Corinthians (410), Sao Paulo (380), dan Santos (336).
- Konsistensi G-4: Memimpin era sistem poin dengan 397 penampilan di posisi empat besar.
- Statistik Pertahanan: Kiper Carlos Miguel mencatatkan tingkat clean sheet 47%, rekor terbaik kedua di abad ini hanya di bawah Weverton.
- Tonggak Sejarah Individu: Kapten Gustavo Gomez mencapai laga ke-400, menjadikannya pemain ke-19 dalam sejarah klub yang meraih angka tersebut.
Di balik hasil imbang tersebut, lini pertahanan Palmeiras menunjukkan kelasnya. Ketangguhan kolektif ini merupakan hasil dari proyek jangka panjang yang telah dibangun sejak 2018.
Peluit panjang di Neo Quimica Arena mungkin menandai berakhirnya laga tanpa gol, namun bagi para pendukung Palmeiras, itu adalah bunyi proklamasi kekuasaan.
Tantangan sesungguhnya bukanlah mempertahankan puncak, melainkan memastikan bahwa takhta tersebut tidak akan pernah berpindah tangan lagi. (*)
Baca juga :





